News / Nasional
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:17 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajukan tambahan anggaran Rp22,48 triliun kepada Komisi VIII DPR RI pada Rabu, 17 Juni 2026.
  • Usulan tersebut bertujuan menutup celah anggaran Kemensos 2027 agar dapat memenuhi target RPJMN 2025-2029 terkait penanganan kemiskinan ekstrem.
  • Kekurangan dana berisiko menghentikan bantuan sosial bagi jutaan lansia, disabilitas, anak yatim, serta menghambat operasional program Sekolah Rakyat.

"Usulan tambahan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Setiap rupiah mewakili satu warga negara yang harusnya dilindungi oleh negara," kata Gus Ipul.

Dalam rencana kerja 2027, Kemensos tetap memfokuskan mayoritas anggaran untuk belanja bantuan sosial (85,15% atau Rp72,13 triliun).

Program Perlindungan Sosial mendominasi sebesar 91,15%, mencakup PKH untuk 10 juta KPM, program Sembako untuk 17,83 juta KPM, serta bantuan kebencanaan dan sekolah rakyat.

Lebih lanjut, Gus Ipul memohon dukungan penuh dari Komisi VIII DPR RI agar usulan tambahan ini dapat diperjuangkan demi mencapai target nasional penurunan angka kemiskinan di Indonesia.

Load More