- Wapres Gibran berkomitmen memperketat anggaran program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran dan terbebas dari praktik korupsi.
- Pemerintah berupaya meningkatkan akuntabilitas sektor ekonomi kerakyatan melalui perbaikan tata kelola Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
- Wapres mengajak lima mahasiswa dalam kunjungan kerja ke lima provinsi pada Juni 2026 untuk mengoptimalkan program nasional.
Suara.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gibran berjanji akan memperketat tata kelola anggaran agar program ini benar-benar menyentuh masyarakat tanpa bocor oleh praktik korupsi.
Hal itu ditegaskan Wapres saat memberikan keterangan di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, sebelum bertolak melakukan kunjungan kerja lintas provinsi.
"Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi," ujar Gibran tegas.
Jaga Kepercayaan Publik
Langkah perbaikan tata kelola ini, menurut Gibran, bukan sekadar prosedur administratif, melainkan instrumen penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program-program prioritas pemerintah.
Tak hanya fokus pada MBG, sektor ekonomi kerakyatan juga masuk dalam radar pengawasannya.
Pemerintah berkomitmen penuh memperbaiki tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar lebih akuntabel dan berdaya saing.
Rangkul Mahasiswa: Dari Demo ke Solusi Nyata
Baca Juga: Kejagung Segel Gudang Motor Listrik MBG di Bogor
Dalam kesempatan yang sama, Wapres secara khusus mengapresiasi elemen mahasiswa yang tetap kritis namun damai dalam menyampaikan aspirasi terkait perbaikan program pemerintah.
Baginya, kritik mahasiswa adalah energi bagi jalannya roda pemerintahan.
"Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif, terutama terkait MBG dan koperasi," ungkap Wapres.
Sebagai bentuk nyata keterbukaan terhadap masukan anak muda, Gibran membuktikan ucapannya dengan mengajak lima orang mahasiswa terpilih dalam kunjungan kerjanya kali ini.
Mereka berasal dari berbagai kampus ternama, yakni:
- Universitas Indonesia (UI)
- Universitas Pelita Harapan (UPH)
- Universitas Sanata Dharma
- Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
- Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI)
Maraton 5 Provinsi
Agenda kunjungan kerja yang dijadwalkan pada 18-21 Juni 2026 ini akan menyasar lima provinsi sekaligus: Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Kunjungan maraton ini bertujuan memastikan program prioritas nasional berjalan optimal di lapangan serta memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, sesuai arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. (Antara)
Berita Terkait
-
KPK Pilih 'Rem Darurat', Serahkan Pengusutan Korupsi Makan Bergizi Gratis ke Kejaksaan Agung
-
MBG Disebut Langgar HAM, Natalius Pigai Tuding Komnas HAM Tak Paham Aturan
-
Legislator Gerindra 'Semprot' Komnas HAM: Sebut MBG Langgar HAM Itu Keliru!
-
KPK Cecar Eks Stafsus Yaqut Soal Aliran Duit USD 1 Juta ke Pansus Haji DPR
-
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik MBG di Bogor
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
5 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 3 Agustus 2026: Peluang Dapat Sumber Uang Baru
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi
-
Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau