News / Nasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 12:56 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam acara penutupan batch ketiga di Kantor Kemnaker, Kamis (18/6/2026). (Suara.com/Tiara)
Baca 10 detik
  • Kemnaker mencatat 34 persen peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan I berhasil direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan mitra.
  • Pemerintah menargetkan 150 ribu peserta untuk angkatan kedua dengan menanggung penuh biaya uang saku melalui anggaran negara.
  • Kemnaker akan mendistribusikan peserta secara proporsional ke seluruh Indonesia untuk mengatasi penumpukan lokasi magang di Pulau Jawa.

Suara.com - Program Pemagangan Nasional besutan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sukses mencetak hasil gemilang. Sebanyak 34 persen peserta Angkatan I dilaporkan langsung direkrut menjadi karyawan tetap sesaat setelah masa magang mereka usai.

Capaian impresif ini menjadi angin segar bagi para pencari kerja sekaligus modal kuat bagi pemerintah untuk memperluas jangkauan program di angkatan-angkatan selanjutnya.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam acara penutupan batch ketiga di Kantor Kemnaker, Kamis (18/6/2026), mengungkapkan rasa puasnya atas keberhasilan para lulusan perguruan tinggi dalam program ini.

"Dan alhamdulillah, data kita untuk sementara kalau batch satu yang ditawari untuk terus bekerja itu sekitar 34 persen. Ini sebuah angka yang menurut kami luar biasa. 34 persen itu artinya saat magang baru selesai, itu sudah 34 persen," ujar Yassierli.

Melihat animo dan keberhasilan yang tinggi, Kemnaker memutuskan untuk menaikkan target peserta pada angkatan kedua, dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang.

Menariknya, pemerintah memastikan bahwa perusahaan mitra tidak akan dibebani biaya uang saku peserta guna menjaga keberlangsungan kerja sama.

"(Awalnya) uang sakunya itu sharing, tapi akhirnya kami memutuskan sama seperti kegiatan pertama, jadi 100 persen ditanggung oleh pemerintah," ungkap Yassierli.

Solusi Ketimpangan: Tak Lagi Jakarta-Sentris

Evaluasi pada Angkatan I menunjukkan adanya penumpukan peserta di Jakarta dan Pulau Jawa. Hal ini dipicu oleh daya tarik Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta yang menyentuh angka Rp5,6 juta hingga Rp5,8 juta.

Baca Juga: Menaker Serahkan Dokumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO, Wujudkan Pesan Presiden Prabowo

"Yang besar angkatan satu banyaknya di Pulau Jawa, dan banyaknya juga di Jakarta. Karena upah minimum di Jakarta Rp5,6 juta, sekarang sudah sampai Rp5,8 juta, milih juga ternyata adik-adik peserta magang gitu ya," tutur Menaker.

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Kemnaker akan menerapkan skema distribusi proporsional pada Angkatan II. Tujuannya agar sebaran peserta lebih merata di seluruh provinsi sesuai dengan data lulusan perguruan tinggi setempat.

Situs maganghub.kemnaker.go.id untuk daftar Magang Nasional 2025

Bonus Sertifikasi Gratis Senilai Rp1 Juta

Tak hanya pengalaman kerja, alumni magang juga dimanjakan dengan fasilitas ujian sertifikasi kompetensi gratis di Balai Pelatihan Vokasi milik kementerian.

Sertifikat keahlian resmi ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi fresh graduate di pasar kerja.

"Kemnaker membuka kesempatan adik-adik yang ingin mendapatkan sertifikat kompetensi. Riilnya nanti biayanya itu sekitar Rp1 juta kalau tidak salah per kompetensi, itu gratis," terang Yassierli.

Load More