- Pelaku UMKM dan PKL di Indonesia mengalami penurunan omzet akibat daya beli rendah serta kendala relokasi usaha.
- APKLI-P meluncurkan kanal komunikasi sebagai wadah aspirasi guna mendorong keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi rakyat kecil nasional.
- Pemerintah pusat dan daerah diharapkan memberikan solusi konkret berupa bantuan modal, kebijakan strategis, dan dukungan digitalisasi usaha.
Suara.com - Pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima (PKL), dan UMKM tengah menghadapi tekanan berat akibat turunnya daya beli masyarakat.
Kondisi ini membuat omzet mereka merosot tajam, bahkan banyak yang bertahan hanya demi menjaga roda usaha tetap berputar dan membayar pekerja.
Selain persoalan penurunan pendapatan, pelaku usaha kecil juga dibayangi masalah relokasi dan penertiban.
Tidak sedikit pedagang mengaku kehilangan pelanggan setelah dipindahkan ke lokasi yang kurang strategis dan sepi pengunjung, ditambah keterbatasan akses permodalan.
Menjawab berbagai persoalan tersebut, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Perjuangan (APKLI-P) meluncurkan “Kanal Keluh Kesah Harapan Tantangan PKL UMKM Indonesia” yang dikemas dalam bentuk kanal komunikasi, kongkow, dan podcast ekonomi rakyat kecil.
“Kehadiran kanal ini menjadi solusi untuk mengurai adanya sumbatan di lapangan sehingga keperpihakan kepada pelaku usaha kecil bisa terwujud secara maksimal,” ujar Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, dalam keterangan tertulis
Ia menegaskan, tidak ada kepentingan lain dari inisiatif tersebut selain mendorong realisasi keberpihakan pemerintah terhadap pelaku ekonomi rakyat kecil.
Menurutnya, dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap PKL dan UMKM sudah terlihat, namun implementasinya dinilai belum maksimal hingga ke lapak-lapak usaha.
“Kita tahu Presiden Prabowo sangat berpihak ke PKL UMKM, namun hingga saat ini belum maksimal hadir di lapak usaha ekonomi rakyat kecil,” kata Ali Mahsun.
Baca Juga: LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk
Ia menambahkan, ke depan keberpihakan tersebut harus benar-benar diwujudkan agar PKL dan UMKM mampu berkembang dan menjadi pilar utama ekonomi nasional.
Hal ini juga dinilai penting dalam menyongsong bonus demografi 2030 dan target Indonesia menjadi negara maju pada 2045.
Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi ABNnews.id, Ali Akbar Soleman Batubara, turut memberikan testimoni terkait konsistensi perjuangan Ali Mahsun dalam membela kepentingan PKL dan UMKM.
“Segala daya dan upaya bahkan hingga jungkir balik dilakukan beliau untuk memperjuangkan pelaku ekonomi rakyat kecil,” ujarnya.
Ali Akbar juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi pelaku usaha kecil, yakni persaingan dengan usaha bermodal besar serta dampak digitalisasi yang belum sepenuhnya menguntungkan mereka.
“Saat ini omzet mereka amblas karena persaingan dan digitalisasi yang mematikan usaha mereka,” katanya.
Berita Terkait
-
LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk
-
BRI RO Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun per Mei 2026, 250 Ribu UMKM Terima Manfaat
-
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
-
Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Rangkul UMKM
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis