-
Iran menyiapkan rencana balasan militer jika Amerika Serikat melanggar kesepakatan damai terbaru.
-
Donald Trump mengklaim nota kesepahaman tersebut sebagai bentuk penyerahan diri Iran tanpa syarat.
-
Internal Partai Republik mengkritik tajam diplomasi Trump yang dinilai justru memperkuat posisi Iran.
Suara.com - Iran bersiap mengambil langkah ekstrem jika Amerika Serikat berani berkhianat atas poin-poin kesepakatan damai yang baru saja disepakati.
Dewan Keamanan Nasional Iran menegaskan mereka telah menyusun strategi balasan yang matang demi merespon setiap potensi pelanggaran dari Amerika Serikat.
Pemerintah Iran memastikan tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk intimidasi pasca-konflik bersenjata tersebut.
Langkah taktis ini menjadi sinyal kuat bahwa Teheran memegang kendali atas kedaulatan negaranya di meja perundingan.
Meskipun dokumen kesepakatan telah ditandatangani, tensi politik kedua negara justru kembali memanas akibat pernyataan dari Gedung Putih.
"Dewan Keamanan Nasional tidak akan beristirahat sampai hak-hak penuh bangsa Iran dipulihkan," tulis pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah IRIB.
Pernyataan tersebut secara spesifik memperingatkan AS agar tidak keluar dari kompromi yang telah disepakati bersama.
"Jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran dari pihak Amerika Serikat, respons timbal balik akan dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan," lanjut rilis tersebut.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan narasi yang memicu kontroversi global terkait status perdamaian ini.
Baca Juga: Kiper Tanjung Verde Bahagia Sang Ibu Akhirnya Dapat Visa AS, Bisa Saksikan Langsung Piala Dunia
Trump mengklaim bahwa nota kesepahaman yang diteken kedua negara merupakan bentuk takluknya Iran tanpa syarat.
Klaim sepihak ini disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif yang memicu perdebatan mengenai batas kekuasaan presiden.
"Kita memiliki militer paling kuat di dunia, sejauh ini," ujar Trump kepada Marc Caputo dari Axios dalam potongan wawancara yang dirilis Kamis.
Jurnalis tersebut langsung mempertanyakan validitas klaim sang presiden di tengah fakta dokumen yang ada di lapangan.
Caputo mengatakan kepada presiden bahwa "pada awal konflik, Anda berbicara tentang Anda hanya menginginkan penyerahan tanpa syarat dan MOU itu tidak terlihat seperti penyerahan tanpa syarat."
Mendapat pertanyaan kritis itu, Trump tetap bersikukuh dengan pandangan subjektifnya mengenai hasil diplomasi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan
-
KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus
-
Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi
-
Dugaan Mark Up Proyek MBG, Kejagung Amankan 17.600 Unit Motor Listrik dan Segel Dua Gudang
-
Program Mangrove NHM di Kao Berhasil Pulihkan Kawasan Pesisir dan Tingkatkan Ketahanan Lingkungan
-
Dua Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Gelar Open House pada Juli
-
Jakarta Janjikan Kawasan Pedestrian Modern Bebas Genangan di Rasuna Said
-
Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah
-
Efek Domino Pertamax: Biaya Pangan Meroket, Keuntungan Agribisnis Amblas Digilas Logistik