- Ketua DPP PDIP Said Abdullah menegaskan partainya resmi menjadi penyeimbang pemerintah sesuai keputusan Rakernas, bukan bersikap abu-abu.
- PDIP berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah yang pro-rakyat serta bersikap kritis secara konstruktif terhadap kebijakan yang kurang tepat.
- Presiden Prabowo Subianto menghargai sikap jujur PDIP tersebut karena dianggap lebih objektif daripada sekadar memberikan pujian berlebihan.
Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, memberikan jawaban tegas menanggapi sentilan Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, terkait posisi politik PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Said menekankan bahwa posisi PDI Perjuangan sudah final berdasarkan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), yakni sebagai partai penyeimbang.
Ia membantah anggapan bahwa sikap tersebut merupakan langkah politik yang tidak jelas atau "abu-abu".
"Sesuai keputusan Rakernas, PDI Perjuangan telah memutuskan berposisi sebagai partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu-abu. Kita tidak bisa membandingkan dengan negara-negara Barat yang menjalankan sistem oposisi," ujar Said Abdullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dikutip (19/6/2026).
Said menjelaskan, bahwa mandat dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sangat jelas: menjadi penyeimbang berarti bersikap objektif dan proporsional.
PDIP berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah jika dirasa berpihak pada rakyat, namun tetap kritis jika terjadi penyimpangan.
"Artinya, kalau pemerintah kinerja dan kebijakannya bagus untuk rakyat, sudah seharusnya bagi PDI Perjuangan memberikan dukungan hingga 2029, meskipun kami tidak mendapatkan manfaat elektoral dari kinerja bagus tersebut," jelasnya.
Sebaliknya, jika ada kebijakan yang kurang baik, PDIP akan menjalankan fungsi pengingat secara konstruktif.
Said menegaskan, bahwa sikap ini berbeda dengan "oposisi" dalam arti sempit yang cenderung mengharapkan kegagalan pemerintah demi keuntungan politik.
Baca Juga: BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
"Oposisi itu kehendak politiknya berlawanan total dengan pemerintahan berkuasa, cenderung menunjukkan kelemahan pemerintah agar mendapatkan dampak negatif elektoral. Kami tidak seperti itu. Kami ingin Presiden Prabowo bisa berkhidmat dengan baik hingga 2029 sesuai konstitusi," tegas Said.
Menariknya, Said mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sendiri memahami dan menghargai pilihan politik yang diambil oleh PDI Perjuangan.
Menurut Said, Presiden justru merasa lebih nyaman dengan kejujuran sikap PDIP.
"Presiden Prabowo sangat memahami sikap ini. Bahkan beliau menyatakan terima kasih dan menganggap PDIP sebagai teman yang lebih jujur," ungkap Said.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pujian yang berlebihan dari rekan koalisi terkadang justru bisa membahayakan karena mampu mengaburkan objektivitas yang diperlukan seorang kepala negara.
"Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik. Melebih-lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap objektivitas yang malah diperlukan oleh Bapak Presiden," pungkasnya.
Berita Terkait
-
BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
-
PDIP Sindir Balik Jazilul PKB: Apa Anda Galau Ingin Adu Domba Kami dengan Pemerintah?
-
Jazilul Desak PDIP Tegas jadi Partai Oposisi atau Koalisi, Deddy Sitorus: Memangnya Dia Siapa?
-
PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B
-
PKB Sentil PDIP, Minta Sikap Politik Tegas Tak Abu-abu: Kalau Oposisi Ya Oposisi
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis