- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau peserta unjuk rasa agar menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum.
- Lima aksi unjuk rasa berlangsung di titik strategis Jakarta Pusat pada Jumat dengan pengawalan 4.264 personel gabungan.
- Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas akibat konsentrasi massa di berbagai lokasi.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau seluruh peserta unjuk rasa yang digelar di sejumlah titik di Jakarta pada Jumat agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak merusak fasilitas umum.
Pramono menegaskan bahwa fasilitas umum merupakan aset milik masyarakat Jakarta yang harus dijaga bersama. Menurutnya, tindakan perusakan justru akan merugikan warga yang sehari-hari memanfaatkan sarana tersebut.
“Yang paling penting, ungkapan untuk ekspresi ini jangan kemudian merusak fasilitas umum,” kata Pramono di Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Antara, Jumat.
Ia pun meminta seluruh pihak yang menggelar aksi demonstrasi untuk menjaga ketertiban selama menyampaikan pendapat di ruang publik.
“Saya betul-betul mengimbau, meminta, siapa pun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta, jangan merusak fasilitas umum. Itu saja,” ujar Pramono.
Pada Jumat, tercatat ada lima aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik strategis di Jakarta Pusat dan diperkirakan berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. Lokasi aksi tersebar di kawasan Monas, DPR/MPR, Bundaran HI, Tugu Tani, hingga Kementerian Keuangan.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas, sebanyak 4.264 personel gabungan kepolisian disiagakan.
Kasi Humas Erlyn Sumantri mengatakan aksi pertama berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan mulai pukul 09.00 WIB.
Aksi tersebut diikuti massa dari Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia. Selain itu, demonstrasi juga digelar di depan Gedung DPR/MPR oleh Kepresma Universitas Trisakti bersama sejumlah elemen massa lainnya mulai pukul 10.00 WIB.
Baca Juga: Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan
Selanjutnya, Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia menggelar aksi di kawasan Bundaran HI pada pukul 11.00 WIB. Sementara Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara mengadakan unjuk rasa di kawasan Tugu Tani dan depan kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia mulai pukul 13.00 WIB.
Masyarakat yang melintas di kawasan Jakarta Pusat diimbau menyesuaikan rute perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif untuk menghindari titik konsentrasi massa.
Beberapa jalur yang disarankan antara lain memanfaatkan Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Fachrudin, kawasan Tanah Abang dan Cideng untuk rute Sudirman-Thamrin. Pengendara yang menuju kawasan Tugu Tani dapat menggunakan Jalan Cikini Raya, Jalan Diponegoro, atau Jalan Salemba Raya.
Sementara itu, pengguna jalan yang menuju kawasan Slipi dan Semanggi disarankan memanfaatkan Tol Dalam Kota atau melintasi Jalan Palmerah Utara, Jalan Tentara Pelajar, serta Jalan Asia Afrika untuk menghindari kepadatan di depan Gedung DPR/MPR. Sedangkan kendaraan menuju Pasar Baru, Gunung Sahari, dan Kemayoran dianjurkan menggunakan jalur Jalan Industri, Jalan Gunung Sahari, atau Jalan Benyamin Sueb.
Berita Terkait
-
Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan
-
Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria
-
Ada Jakarta! U-Know TVXQ Bagikan Jadwal Tur Konser Solo Perdana di Asia
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan