News / Metropolitan
Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Sejumlah kelompok masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta pada Jumat, 19 Juni 2026 menuntut evaluasi kebijakan pemerintah.
  • Aparat kepolisian mengerahkan 4.263 personel gabungan untuk mengamankan lima titik lokasi aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat.
  • Gubernur DKI Jakarta mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak merusak fasilitas umum bersama.

Suara.com - Gelombang unjuk rasa kembali mewarnai ibu kota sejak pekan lalu. Jumat (19/6/2026) ini saja, sedikitnya lima titik aksi yang tersebar di sejumlah kawasan strategis Jakarta, mulai dari Monas hingga Gedung DPR/MPR RI.

Merespons rangkaian aksi yang terus bergulir, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di sela kegiatannya di kawasan Senen, Jakarta Pusat menyampaikan imbauan kepada seluruh peserta aksi.

"Seperti yang sudah saya sampaikan, yang paling penting ungkapan untuk ekspresi ini jangan kemudian merusak fasilitas umum," ujarnya.

Gubernur menegaskan, fasilitas umum adalah milik bersama yang harus dijaga oleh semua pihak, termasuk para peserta aksi unjuk rasa.

"Fasilitas umum itu milik bersama, sehingga dengan demikian saya betul-betul mengimbau, meminta, siapa pun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta, jangan merusak fasilitas umum," tegasnya.

Lima kelompok massa dijadwalkan turun ke jalan pada hari ini di antaranya Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia di kawasan Monas, Kepresma Universitas Trisakti dan sejumlah elemen di DPR/MPR RI, Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia di Bundaran HI, serta dua kelompok Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara yang masing-masing bergerak dari Tugu Tani dan Kementerian Keuangan RI.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) dihadang pihak kepolisian saat menggelar aksi menuju kawasan Bundaran HI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Apel pengamanan dimulai sejak pukul 07.00 WIB, dengan perkiraan puncak keramaian aksi berlangsung antara pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

Untuk mengawal seluruh rangkaian aksi, aparat keamanan menurunkan 4.263 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polda, Polres hingga Polsek jajaran di wilayah Jakarta Pusat.

Rangkaian aksi unjuk rasa belakangan merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Ketegangan Warnai Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Niat Bakar Sampah Picu Gesekan dengan Polisi

Berbagai tuntutan ramai didengungkan sejak pekan lalu, mulai dari penurunan harga BBM, penguatan supremasi sipil hingga pembekuan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk audit transparansi.

Namun di sela itu, muncul juga kelompok yang menyuarakan dukungan untuk program MBG dilanjutkan dengan evaluasi menyeluruh terlebih dahulu.

Load More