- Ketua Umum TMI Don Muzakir mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang resmi berjalan sejak 6 Januari 2025 lalu.
- Program prioritas Presiden Prabowo ini telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat untuk mendukung Indonesia Emas 2045.
- TMI membentuk satgas pengawasan guna memastikan standar pelayanan gizi di berbagai daerah berjalan maksimal sesuai kebijakan pemerintah.
Suara.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi anak-anak sekolah, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Don mengaku telah menyampaikan pentingnya program tersebut sejak masa kampanye Presiden Prabowo Subianto di Jawa Tengah.
"Saya dulu pertama kampanye Pak Prabowo Subianto, saya sampaikan di Jawa Tengah. Ada di samping, belakang, dan depan rumah kita, anak berangkat sekolah tidak bisa makan," ujarnya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mulai dijalankan secara bertahap di berbagai daerah sejak 6 Januari 2025.
Program ini juga diproyeksikan sebagai investasi menuju Indonesia Emas 2045. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per Maret 2026, jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 61.239.037 orang, dengan 80,11 persen di antaranya merupakan pelajar.
Don mengatakan dirinya sempat melakukan survei langsung kepada anak-anak sekolah di Jawa Tengah mengenai pelaksanaan MBG. Menurutnya, banyak siswa yang mengaku bersyukur karena kini bisa mendapatkan makanan bergizi di sekolah, terutama mereka yang tidak memperoleh uang saku dari orang tua.
"Begitu ada MBG, buka omprengan sama-sama, jadi dia (siswa) merasa bangga," kata Don kepada awak media usai aksi massa yang digelar Tani Merdeka Indonesia (TMI) bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Tanggapi Penolakan Program MBG
Don juga menanggapi pihak-pihak yang menolak Program MBG, yang menurutnya diduga berkaitan dengan tidak diperolehnya dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Sebuah Ironi: Saat Akses Pendidikan Kalah Cepat dari Program Makan Siang
"Nah, yang menolak MBG ini kan kita ya saya tidak mau menebak-nebaklah entah apa (alasannya). Intinya program prioritas Pak Prabowo ini orang yang membenci tetap tidak suka, itu aja," ujarnya.
Ia menegaskan program tersebut merupakan kebijakan yang baik dan perlu dikawal bersama agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Don, Presiden Prabowo bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, telah menunjukkan komitmen dalam memperbaiki tata kelola program.
Sebagai contoh, ia menyinggung pencopotan dan penangkapan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana.
"Bu Nani bersih-bersih, Presiden Pak Prabowo bersih-bersih, itu penting. Yang ada indikasi bermain, sikat! Karena (program ini berasal dari) uang rakyat. Nah inilah Pak Prabowo berani menyikat. Kalau kita hitung Prof Dadan ini kan kawannya Pak Prabowo. Nah harus disikat! Pak Prabowo tidak pandang bulu dan (program MBG) harus benar-benar dijalankan dengan maksimal," katanya.
Don menambahkan, TMI juga telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawasi pelaksanaan MBG di sejumlah SPPG, antara lain di Provinsi Riau, Jawa Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Ia mengklaim satgas tersebut akan melaporkan SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar kepada Badan Gizi Nasional.
"Karena kan pasti program baik, pelaksanaan yang tidak baik. Nah ini perlu pengawasan kita bersama-sama," pungkasnya.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis