- Wakil Presiden Gibran mengajak lima mahasiswa dari berbagai universitas meninjau program pemerintah di Ende, Gorontalo, dan Papua.
- Kepresma Universitas Trisakti menghormati pilihan lima mahasiswa tersebut namun menekankan pentingnya memanfaatkan akses kekuasaan untuk menyuarakan aspirasi rakyat.
- Mahasiswa Trisakti tetap melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI untuk menuntut kebijakan pemerintah yang lebih pro-rakyat.
Suara.com - Keputusan lima mahasiswa dari berbagai universitas memenuhi ajakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengikuti kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah mendapat tanggapan dari mahasiswa Universitas Trisakti.
Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti menilai langkah tersebut merupakan pilihan masing-masing individu. Namun, mereka berharap kedekatan para mahasiswa dengan lingkar kekuasaan benar-benar mampu mendorong perubahan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Sebelumnya, pada Kamis (18/6/2026), Wapres Gibran bertolak dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma bersama lima perwakilan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Sanata Dharma, Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Institut Seni Budaya Indonesia.
Kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua itu dilakukan sebagai respons atas gelombang kritik mahasiswa terhadap efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Ditemui di sela persiapan aksi mahasiswa di Tugu Reformasi Trisakti, Jumat (19/6/2026), Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Trisakti, Arief Rizquna, mengatakan pihaknya menghormati keputusan kelima mahasiswa tersebut.
"Kalau dari kita menanggapi hal-hal seperti itu, menurut kita itu hal yang menjadi kebebasan dari setiap individu untuk memiliki pilihannya masing-masing," kata Arief kepada awak media.
Ia berharap kehadiran para mahasiswa dalam kunjungan kerja bersama Wapres dapat menghasilkan perubahan yang nyata.
"Mungkin cara berjuang mereka di sana, dan mudah-mudahannya kita doakan lima mahasiswa yang bertemu presiden dan wakil presiden secara langsung bisa membuat perubahan yang lebih signifikan begitu, dengan kita yang hari ini turun ke jalan," ujarnya.
Meski demikian, Arief menilai kelima mahasiswa tersebut kini memikul tanggung jawab besar karena memiliki akses langsung kepada pemerintah.
Baca Juga: Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus
Menurutnya, kedekatan dengan pengambil kebijakan harus dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, bukan sekadar menjadi bagian dari agenda seremonial pemerintah.
"Karena mereka punya akses yang cukup dekat gitu dengan kekuasaan. Mungkin jaraknya kurang dari satu meter dari pemerintah pada saat itu, khususnya di tingkat eksekutif," tuturnya.
"Dan mungkin kita bisa lihat apa yang bisa mereka perbuat, apa yang bisa mereka sampaikan, aspirasi apa yang bisa membuat negara ini menjadi lebih berubah dan lebih bijaksana mengambil kebijakan ke depannya," lanjut Arief.
Di saat lima mahasiswa tersebut mengikuti kunjungan kerja bersama Wapres untuk meninjau pelaksanaan Program MBG, ratusan mahasiswa Trisakti tetap memilih turun ke jalan dan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI.
Bagi Arief, baik melalui dialog langsung dengan pemerintah maupun aksi demonstrasi di jalan, tujuan gerakan mahasiswa tetap sama, yakni mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
KPK Cecar Silmy Karim terkait Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA
-
Awas Macet! Ada Haul Akbar di Monas Malam Ini, Cek 8 Rute Alternatif dan Lokasi Parkir
-
Ratusan Mahasiswa Trisakti Kepung DPR Siang Ini, Bawa Tritura Baru dan Kritik Kinerja Pemerintah
-
Bomber Andalan Persib Jagokan Cristiano Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia 2026, Selain Brasil
-
Akhir Pelarian Paulus Tannos? Agustus Jadi Penentu Kepulangan Buron e-KTP
-
Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG
-
Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan
-
Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis
-
Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik
-
Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader