News / Nasional
Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:15 WIB
Menteri Luar Negeri dari Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti Arief Rizquna.(Suara.com/Tiara)
Baca 10 detik
  • Wakil Presiden Gibran mengajak lima mahasiswa dari berbagai universitas meninjau program pemerintah di Ende, Gorontalo, dan Papua.
  • Kepresma Universitas Trisakti menghormati pilihan lima mahasiswa tersebut namun menekankan pentingnya memanfaatkan akses kekuasaan untuk menyuarakan aspirasi rakyat.
  • Mahasiswa Trisakti tetap melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI untuk menuntut kebijakan pemerintah yang lebih pro-rakyat.

Suara.com - Keputusan lima mahasiswa dari berbagai universitas memenuhi ajakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengikuti kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah mendapat tanggapan dari mahasiswa Universitas Trisakti.

Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti menilai langkah tersebut merupakan pilihan masing-masing individu. Namun, mereka berharap kedekatan para mahasiswa dengan lingkar kekuasaan benar-benar mampu mendorong perubahan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Sebelumnya, pada Kamis (18/6/2026), Wapres Gibran bertolak dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma bersama lima perwakilan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Sanata Dharma, Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Institut Seni Budaya Indonesia.

Kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua itu dilakukan sebagai respons atas gelombang kritik mahasiswa terhadap efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Ditemui di sela persiapan aksi mahasiswa di Tugu Reformasi Trisakti, Jumat (19/6/2026), Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Trisakti, Arief Rizquna, mengatakan pihaknya menghormati keputusan kelima mahasiswa tersebut.

"Kalau dari kita menanggapi hal-hal seperti itu, menurut kita itu hal yang menjadi kebebasan dari setiap individu untuk memiliki pilihannya masing-masing," kata Arief kepada awak media.

Ia berharap kehadiran para mahasiswa dalam kunjungan kerja bersama Wapres dapat menghasilkan perubahan yang nyata.

"Mungkin cara berjuang mereka di sana, dan mudah-mudahannya kita doakan lima mahasiswa yang bertemu presiden dan wakil presiden secara langsung bisa membuat perubahan yang lebih signifikan begitu, dengan kita yang hari ini turun ke jalan," ujarnya.

Meski demikian, Arief menilai kelima mahasiswa tersebut kini memikul tanggung jawab besar karena memiliki akses langsung kepada pemerintah.

Baca Juga: Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

Menurutnya, kedekatan dengan pengambil kebijakan harus dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, bukan sekadar menjadi bagian dari agenda seremonial pemerintah.

"Karena mereka punya akses yang cukup dekat gitu dengan kekuasaan. Mungkin jaraknya kurang dari satu meter dari pemerintah pada saat itu, khususnya di tingkat eksekutif," tuturnya.

"Dan mungkin kita bisa lihat apa yang bisa mereka perbuat, apa yang bisa mereka sampaikan, aspirasi apa yang bisa membuat negara ini menjadi lebih berubah dan lebih bijaksana mengambil kebijakan ke depannya," lanjut Arief.

Di saat lima mahasiswa tersebut mengikuti kunjungan kerja bersama Wapres untuk meninjau pelaksanaan Program MBG, ratusan mahasiswa Trisakti tetap memilih turun ke jalan dan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI.

Bagi Arief, baik melalui dialog langsung dengan pemerintah maupun aksi demonstrasi di jalan, tujuan gerakan mahasiswa tetap sama, yakni mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.

Load More