“Diharapkan, setelah dua bulan ini sudah terbentuk perilaku yang bisa memilah sampah dari sumbernya,” kata Fahmi.
DLH terus menyiapkan sarana dan sistem pendukung agar proses pemilahan dapat berjalan optimal. Meski masih terkendala proses pengangkutan. Harapannya, masyarakat dan instansi tetap konsisten memilah sampah.
“Nanti, kita sambil menata dalam waktu dekat. Mulai mengangkut secara terjadwal,” tutur Fahmi.
Ia menambahkan, sampah organik idealnya diangkut setiap hari. Sebab, berpotensi menimbulkan bau dan menjadi sumber penyakit bila tidak segera dikelola. Pengangkutan sampah anorganik dan B3 sesuai penetapan jadwal.
Melalui sosialisasi ini, DLH berharap, semakin banyak pihak yang mengimplementasikan pemilahan sampah di lingkungan masing-masing. Baik pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha.
“Mudah-mudahan setelah bulan Juni ini sudah semakin banyak yang mulai mengimplementasikan,” kata Fahmi.
Peningkatan kepatuhan memilah sampah dari sumber akan mengurangi volume sampah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Sehingga, pengelolaan sampah di Jakarta menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
“Sehingga nanti sampah yang dibuang ke Bantar Gebang sudah tidak sebanyak saat ini lagi,” pungkas Fahmi. ***
Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Sahkan Perda P4GN
Berita Terkait
-
DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
-
Mengapa Kampanye Pilah Sampah Sering Gagal? Pelajaran dari Model Tiga Pilar Get Plastic
-
DPRD DKI Jakarta Sahkan Perda P4GN
-
Dorong Kesadaran Lingkungan, DPRD DKI Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah dari Sumber
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Enam Korban Keracunan MBG Semarang Masih Dirawat, Dinkes Tunggu Hasil Uji Laboratorium
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
-
Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!