News / Nasional
Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:51 WIB
Di hadapan mahasiswa, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengungkapkan adanya penghematan besar-besaran dalam alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengumumkan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp70 triliun pada Jumat, 19 Juni 2026.
  • Badan Gizi Nasional melakukan efisiensi dengan memperbaiki tata kelola program serta memfokuskan kembali kategori penerima manfaat yang lebih tepat.
  • Pemerintah menargetkan intervensi gizi lebih prioritas pada masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan demi efektivitas anggaran negara.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengungkapkan adanya penghematan besar-besaran dalam alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil penyisiran tata kelola, anggaran program unggulan tersebut dipangkas atau diefisiensikan hingga Rp70 triliun.

Hal ini disampaikan Saan Mustopa usai pimpinan DPR RI melakukan audiensi dengan perwakilan massa mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Saan menjelaskan, bahwa kepastian mengenai efisiensi anggaran ini didapat setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan komunikasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, di hadapan para mahasiswa dalam audiensi tadi.

"Tadi Pak Dasco komunikasi langsung dengan Kepala MBG, Bu Nanik, dan dalam sisa waktu itu ada penghematan terkait dengan tata kelola MBG ini sekitar 70 triliunan," ujar Saan dalam konferensi pers.

Menurut Saan, angka fantastis tersebut merupakan hasil dari penyisiran terhadap berbagai program dalam skema Makan Bergizi Gratis yang dinilai tidak efisien.

Pihak DPR menekankan bahwa efisiensi ini dilakukan tanpa mengurangi esensi program, namun lebih kepada perbaikan tata kelola agar tepat sasaran.

"Hasil penyisiran terhadap program-program MBG yang tidak efisien dan lain sebagainya," tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, memaparkan rencana besar terkait anggaran dan transformasi lembaga untuk tahun 2027.

Dalam rapat kerja perdana bersama Komisi IX DPR RI, BGN mengungkapkan pagu indikatif tahun 2027 mencapai Rp270,2 triliun, namun diiringi dengan rencana efisiensi yang ketat melalui refocusing penerima manfaat.

Baca Juga: KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

Rapat itu sebelumnya digelar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Rapat itu menjadi ajang perkenalan pimpinan baru BGN sekaligus pembahasan teknokrasi anggaran.

Arumsari menyebut, berdasarkan alokasi dari Kementerian Keuangan dan Bappenas, anggaran sebesar Rp270.201.499.678.000 diproyeksikan untuk menjangkau 81,5 juta penerima manfaat.

Namun jumlah tersebut merupakan pagu anggaran yang disusun ketika BGN era kepemimpinan yang lama yakni Dadan Hindaya Cs. Angka tersebut akan ditata ulang atau refocusing kembali di era kepemimpinan BGN yang baru.

"Namun tadi ketika kami sampaikan bahwa di dalam 2026 ini kan bulan Juni ya. Nah, Juli sampai akhir 2026 kami pun akan terus melakukan langkah-langkah perbaikan," kata Arumsari usai rapat.

Arumsari menegaskan, bahwa pihaknya tengah melakukan langkah-langkah perbaikan agar intervensi gizi lebih tepat sasaran.

Load More