- AMMSI mendukung kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional terkait penyesuaian operasional program Makan Bergizi Gratis selama libur sekolah tahun 2026.
- Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi anggaran negara serta memastikan pelaksanaan program berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel.
- AMMSI mendesak pemerintah menertibkan dapur tidak resmi guna mencegah penyimpangan tata kelola dan pemborosan keuangan dalam program tersebut.
Suara.com - Asosiasi Mitra Makan Bergizi Gratis Seluruh Indonesia atau AMMSI, mendukung keputusan Kebala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang, yang menyesuaikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada masa libur sekolah.
Pimpinan AMMSI, yakni Rizky Herdianto, Luqman Hakim, serta Aslikh Rina Ulyaddin, menilai Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12/2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada periode hari libur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026, sudah tepat.
Rizky mengatakan, kebijakan tersebut adalah langkah tepat guna memperkuat tata kelola program MBG, sekaligus efisiensi anggaran negara.
Menurutnya, operasional SPPG yang disesuaikan selama periode libur sekolah justru bisa memastikan pelaksanaan MBG berlangsung efektif, terukur, transparan, serta akuntabel.
"Ini juga sejalan dengan prinsip efisiensi belanja negara. Apalagi ini libur sekolah, sehingga penggunaan fasilitas program tetap bisa sesuai peruntukan dan mencegah penyalahgunaan anggaran," tegas Rizky, Sabtu (20/6/2026).
AMMSI, kata dia, menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, terkhurus dapur-dapur yang beroperasi di luar mekanisme resmi pemerintah.
“AMMSI menolak tegas bila dapur-dapur baru bermunculan tapi di luar mekanisme resmi. Apalagi dapur-dapur yang didaftarkan dari proses jual beli titik yang melanggar hukum. Portal pendaftaran kan sudah lama ditutup, tapi tetap dipaksakan beroperasi sehingga terjadi surplus dapur. Ini membuat ada pemborosan keuangan negara," kata dia.
AMMSI menilai, praktik seperti itu berpotensi menyimpangkan tata kelola, dan juga menganggu efektifitas pelaksanaan program MBG.
Karena itu, kata Rizky, AMMSI mendorong BGN bersama aparat pengawas internal pemerintah serta lembaga lain untuk mengevaluasi serta menertibkan dapur-dapur di wilayah yang telah melebihi kebutuhan maupun kuota layanan.
Baca Juga: AMMSI Dukung MBG Ditiadakan Saat Libur Sekolah, Tegaskan Tolak Praktik 'Jual Beli Titik' Dapur Liar
Langkah penertiban ini sangat penting, agar program tetap berorientasi pada kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak, bukan menjadi ladang keuntungan bagi kelompok tertentu yang ingin mengambil celah dari besarnya anggaran program ini.
AMMSI berkomitmen terus mengawal agar prinsip akuntabilitas tetap menjadi pilar utama dalam pelaksanaan Program MBG.
Dia mengatakan, transparansi dalam setiap tahapan, mulai dari pendaftaran mitra hingga distribusi makanan, adalah kunci agar kepercayaan publik terhadap program strategis ini tidak luntur.
AMMSI mengingatkan, setiap rupiah dari anggaran negara harus dipertanggungjawabkan melalui hasil yang nyata di lapangan.
“Efisiensi dana harus dilakukan seiring pengawasan yang kuat. Tak boleh ada ruang untuk praktik ilegal, termasuk keberadaan dapur-dapur di luar mekanisme resmi," tegasnya.
Berita Terkait
-
AMMSI Dukung MBG Ditiadakan Saat Libur Sekolah, Tegaskan Tolak Praktik 'Jual Beli Titik' Dapur Liar
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan