-
Ancaman militer Donald Trump terhadap Iran memicu ketegangan hebat dalam negosiasi damai di Swiss.
-
Iran membalas gertakan Trump dengan menegaskan kesiapan angkatan bersenjata mereka untuk mengambil tindakan nyata.
-
Masa depan pemulihan jalur perdagangan internasional Selat Hormuz kini terancam akibat retorika kedua pemimpin.
Bagi Iran, penghentian total serangan militer di Lebanon merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar dalam kesepakatan ini. Menariknya, Trump sendiri belakangan ini mulai mengkritik keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait agresi militer di Lebanon.
"Saya katakan, 'Anda bisa sedikit lebih lembut, Bibi. Anda tidak perlu merobohkan bangunan setiap kali seseorang dari Hizbullah masuk ke dalamnya,'" kritik Trump saat KTT G-7 di Prancis.
Ketika ditanya mengenai sikap AS terhadap sekutunya tersebut, JD Vance memilih memberikan jawaban diplomatis yang aman.
"Saya sebenarnya merasa sangat senang dengan posisi kami di Lebanon saat ini. Masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, tetapi kami akan terus berupaya," jawab Vance singkat.
Krisis multidimensi ini merupakan buntut panjang dari serangan udara gabungan yang diperintahkan oleh Trump dan Netanyahu pada 28 Februari lalu. Operasi militer tersebut menyulut perang terbuka yang dengan cepat merembet ke berbagai negara tetangga di kawasan Timur Tengah.
Dampak nyata dari perang ini sangat mengerikan, dengan korban jiwa di Lebanon yang telah menyentuh angka hampir 3.800 orang. Sementara itu, lembaga Human Rights Activists News Agency mencatat lebih dari 3.600 orang tewas dalam konflik yang melibatkan Iran.
Secara global, blokade Selat Hormuz oleh Iran sempat membuat harga minyak dan gas dunia meroket tajam dan mengguncang ekonomi internasional. Berdasarkan draf MoU terbaru, Iran sebenarnya berkomitmen menjamin keamanan kapal komersial selama masa transisi 60 hari sembari menggodok aturan maritim baru bersama Oman.
Namun, eskalasi kembali pecah saat Iran mengumumkan penutupan kembali selat tersebut sebagai respons atas serangan udara Israel di Lebanon. Meskipun klaim penutupan ini sempat dibantah oleh Komando Pusat AS yang menyebut aktivitas pelayaran komersial justru meningkat di wilayah tersebut.
Di sisi lain, nota kesepahaman ini juga mengatur komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir serta pemusnahan cadangan uranium yang diawasi ketat oleh IAEA. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat berjanji untuk mencabut sanksi ekonomi berat yang selama ini mencekik perekonomian Iran.
Baca Juga: Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement