- Massa PB PMII berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026.
- Mahasiswa menuntut evaluasi total Kabinet Merah Putih karena dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
- Aksi tersebut menyoroti masalah korupsi, program pemerintah yang seremonial, serta minimnya partisipasi publik dalam pembentukan regulasi.
Suara.com - Gelombang protes mahasiswa kembali memanaskan kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Massa yang tergabung dalam Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI.
Aksi mahasiswa itu membawa tuntutan utama berupa evaluasi total terhadap kinerja para menteri dalam Kabinet Merah Putih yang dianggap belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan rakyat.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, massa mulai memadati Jalan Gatot Subroto sekitar pukul 15.35 WIB.
Sebelum mencapai titik aksi di depan gerbang parlemen, para mahasiswa melakukan long march dari arah Gelora Bung Karno (GBK).
Kehadiran massa terlihat mencolok dengan atribut organisasi yang didominasi warna biru dan kuning.
Tiga bendera berukuran raksasa dengan logo PB PMII tampak berkibar di barisan paling depan, membelah kepadatan arus lalu lintas.
Pergerakan massa ini juga diiringi oleh mobil komando yang terus memutar lagu-lagu perjuangan mahasiswa untuk membakar semangat para peserta aksi yang datang dari berbagai daerah.
Di tengah barisan, sebuah spanduk besar membentang dengan tulisan provokatif "Evaluasi Total Kabinet Merah Putih".
Baca Juga: Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
Spanduk tersebut menjadi simbol kegelisahan mahasiswa terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini.
Orator yang berdiri di atas mobil komando secara bergantian menyuarakan kritik tajam terhadap perilaku para pejabat negara yang dinilai jauh dari amanah rakyat.
"Terbukti dari kerja hari ini bagaimana para pejabat melakukan monopoli, bahkan anggaran triliunan digunakan oleh segelintir orang," ujar orator dari massa mahasiswa.
Kritik mengenai monopoli anggaran ini menjadi salah satu poin krusial yang disoroti. Mahasiswa menilai bahwa alokasi dana negara yang seharusnya menyentuh lapisan masyarakat bawah justru diduga hanya berputar di lingkaran elit tertentu.
Selain spanduk dan bendera, massa aksi juga membawa simbol teatrikal berupa tandu jenazah yang terbuat dari bambu.
Tandu tersebut dibalut dengan spanduk yang dipenuhi coretan pilox berwarna merah, melambangkan matinya keadilan dan transparansi dalam tata kelola pemerintahan.
Berita Terkait
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Respon Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!
-
Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi
-
Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!
-
Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan
-
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi
-
Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap