- Petinggi BEM UBK membagikan uang suap sebesar Rp 20.000.000 kepada tujuh orang dalam forum mahasiswa pada 22 Juni 2026.
- Muhammad Abdimaludin menerima bagian terbesar dan mendistribusikannya kepada pengurus BEM FH, BEM FE, serta dua senior organisasi HMI.
- Mahasiswa menuntut lima pengurus BEM yang terlibat mundur dari jabatannya setelah adanya pengakuan terbuka mengenai penerimaan aliran dana tersebut.
Suara.com - Total uang sebesar Rp 20.000.000 yang diterima para petinggi BEM Universitas Bung Karno (UBK) telah dibagi-bagikan kepada tujuh orang, sebagaimana terungkap dalam forum mahasiswa pada Senin (22/6/2026).
Ketua BEM Fakultas Hukum (FH), Muhammad Abdimaludin, menjadi penerima terbesar dengan porsi Rp 6.000.000 dari total dana yang mengalir.
Abdi kemudian mendistribusikan sebagian uang tersebut kepada jajaran BEM FH dan BEM Fakultas Ekonomi (FE), serta kepada dua seniornya di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
"Dalam forum itu, Abdi menjelaskan bahwa uang tersebut dibagikan kepada Wakil Ketua BEM FH, Rafly Maulana Akbar, Ketua BEM FE Pujiono, dan Wakil Ketua BEM FE Rafi Bastian," tutur Na'ilah Panrita Hartono, mahasiswa FH UBK, Selasa (23/6/2026).
Selain kepada pengurus BEM, aliran dana itu juga menyentuh dua senior Abdi di HMI bernama Amiruddin Emon dan Syafruddin Eno, masing-masing menerima Rp 2.500.000.
Rincian lengkap tujuh penerima dana suap senilai Rp 20.000.000 tersebut adalah Muhammad Abdimaludin (Rp 6.000.000), Rafly Maulana Akbar (Rp 2.500.000), Mubarak Tuasamu (Rp 2.500.000), Amiruddin Emon (Rp 2.500.000), Syafruddin Eno (Rp 2.500.000), Pujiono (Rp 2.000.000), dan Muhammad Rafli Bastian (Rp 2.000.000).
Perihal sumber uang tersebut masih menjadi tanda tanya, sebab Abdi sempat mengubah keterangannya di tengah forum.
"Pada awal forum, terdapat percakapan antara Abdi dan salah satu senior HMI Jakarta Pusat Utara bernama Raja Oloan Rambi," ungkap Na'ilah.
"Dalam percakapan itu disebutkan bahwa Raja Oloan Rambi mengakui memberikan sejumlah uang kepada Abdi untuk memindahkan titik aksi," lanjutnya.
Baca Juga: Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
Namun di penghujung forum, Abdi berbalik menyatakan bahwa uang itu justru berasal dari seorang polisi bernama A'an tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai identitas lengkap sosok tersebut.
Empat dari tujuh penerima uang, yakni Abdi, Pujiono, Rafli Bastian, dan Mubarak Tuasamu, akhirnya mengakui secara terbuka di hadapan mahasiswa dan pihak kampus bahwa mereka memang menerima dana tersebut.
Atas perbuatan mereka, mahasiswa mengajukan delapan tuntutan kepada rektorat, di antaranya mendesak kelima pengurus BEM yang terlibat untuk mundur dari seluruh jabatan internal kampus, membuat video pengakuan penerimaan suap, dan membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa.
Berita Terkait
-
Universitas Bung Karno Ada di Mana? Ini Lokasi dan Akreditasinya
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Viral Dugaan Mahasiswa UBK Terima Suap, Muncul Pengakuan Soal Dana Rp 20 Juta dan Nama 'Kapolda'
-
Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement