- Forum mahasiswa Universitas Bung Karno pada 22 Juni 2026 mengungkap kasus dugaan penerimaan uang oleh pengurus BEM.
- Ketua BEM FH Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang dari oknum polisi agar mahasiswa memindahkan titik lokasi aksi.
- Mahasiswa menuntut pertanggungjawaban pihak terkait kepada rektorat dengan tenggat waktu sepuluh hari kerja sejak 20 Juni 2026.
Suara.com - Kasus penerimaan uang oleh sejumlah petinggi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) terungkap setelah forum mahasiswa digelar pada Senin (22/6/2026), yang dipicu oleh perpecahan di antara BEM-BEM yang sebelumnya bersama-sama turun ke jalan.
Perpecahan terjadi di antara BEM FISIP, BEM FH, BEM FEB, dan BEM Fakultas Teknik setelah pertemuan sejumlah pengurus BEM dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantik kecurigaan luas di kalangan mahasiswa.
Desakan transparansi kemudian mengalir deras melalui akun-akun media sosial yang menuntut kejelasan atas pertemuan tersebut.
"Pertemuan mereka dengan Wakil Presiden Gibran memicu banyak pertanyaan, seperti bagaimana mereka bisa bertemu, mengapa mereka mau bertemu, dan mengapa Gibran memilih menemui mahasiswa UBK," ungkap Na'ilah Panrita Hartono, mahasiswa Fakultas Hukum UBK, Selasa (23/6/2026).
Akibat tekanan yang semakin kuat, para BEM akhirnya sepakat menggelar forum terbuka pada Senin kemarin.
Pada saat forum berlangsung, BEM FISIP dan BEM Teknik lebih dulu hadir, sementara BEM FH dan BEM FEB datang terlambat karena sebagian pengurusnya tengah menggelar rapat internal bersama kepala program studi.
Ketua BEM FH, Muhammad Abdimaludin, tidak hadir sejak awal forum, sehingga mahasiswa yang sudah berkumpul semakin geram dan mendesak agar Abdi, sapaan akrabnya, segera datang untuk memberikan penjelasan.
"Mahasiswa menuntut agar Abdi dihadirkan karena sudah beredar kabar bahwa dirinya menerima sejumlah uang," kata Na'ilah.
Abdi akhirnya datang bersama beberapa rekannya dan mengakui menerima uang dari seorang polisi berinisial A'an, dengan dalih agar aksi mahasiswa dipindah dari Istana Negara ke gedung DPR RI.
Baca Juga: Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK
"Menurut keterangannya, uang itu ditujukan agar Abdi dan kawan-kawan BEM tidak mengadakan aksi di depan Istana Negara, melainkan berpindah ke DPR RI," tutur Na'ilah.
Meski rencana pemindahan titik aksi itu tidak terlaksana dan mereka tetap bertahan di depan kawasan Patung Kuda, pengakuan atas penerimaan uang tersebut sudah cukup membuat mahasiswa geram.
"Terlepas apakah uang itu dimaksudkan untuk memindahkan titik aksi atau tujuan lain, mahasiswa sudah terlanjur kecewa karena dia menerima uang tersebut," ujar Na'ilah.
Satu per satu pihak yang diduga menerima uang datang ke forum; Rafi Bastian tiba satu hingga dua jam setelah Abdi, disusul Pujiono, sementara Rafli Maulana Akbar yang sempat hadir di awal tiba-tiba menghilang dari lokasi.
"Menurut saya, kemungkinan besar dia kabur untuk menghindari pertanggungjawaban," kata Na'ilah.
Forum yang turut disaksikan oleh Wakil Rektor III, Dekan FH, Kaprodi Fakultas Hukum, dan dosen FISIP itu akhirnya menghasilkan delapan tuntutan mahasiswa kepada pihak rektorat, dengan tenggat waktu 10 kali 24 jam terhitung sejak Senin, 20 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026.
Tag
Berita Terkait
-
Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK
-
Universitas Bung Karno Ada di Mana? Ini Lokasi dan Akreditasinya
-
Fenomena Demo Wajan: Saat Legitimasi Kebijakan Cuma Seharga Rp100 Ribu
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
Terkini
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya