Suara.com - Perkembangan layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kanker, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satunya melalui layanan radioterapi modern yang kini tersedia di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Didukung teknologi terkini serta pembiayaan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), layanan ini semakin mudah diakses masyarakat.
Layanan radioterapi di RS PKU Muhammadiyah Gamping sendiri mulai beroperasi sejak Desember 2025. Dalam penanganannya, pasien menjalani tahapan yang sistematis mulai dari diagnosis, simulasi, perencanaan dosis, hingga terapi penyinaran yang dilakukan secara presisi.
Rumah sakit tersebut juga telah menggunakan teknologi Linear Accelerator (LINAC) Halcyon yang memungkinkan proses penyinaran berlangsung lebih akurat dengan waktu terapi yang relatif singkat, sekaligus meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitar area kanker.
Manfaat layanan tersebut dirasakan langsung oleh Nurida (35), seorang ibu rumah tangga yang tengah menjalani pengobatan kanker rektum usus besar sejak akhir 2024.
Sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Nurida mengaku sangat terbantu dalam menjalani pengobatan yang membutuhkan biaya besar tersebut. Hingga saat ini, ia telah menjalani tujuh kali sesi radioterapi dari total sekitar 30 sesi yang direncanakan.
Dalam seminggu, terapi dilakukan lima kali mulai Senin hingga Jumat, dengan estimasi total pengobatan selama enam hingga tujuh minggu.
"Saya sangat terbantu karena dijamin oleh BPJS Kesehatan. Biayanya juga lumayan besar, dan saya benar-benar terbantu dengan adanya Program JKN itu," ujar Nurida saat ditemui, Jumat (29/05).
Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama menjalani pengobatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
"Sangat senang dan terbantu. Perawat baik, pelayanannya cepat, dokter juga sangat membantu dan profesional sekali. Sangat bagus pelayanannya," katanya.
Baca Juga: Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo
Menurut Nurida, keberadaan layanan radioterapi modern menjadi hal penting bagi masyarakat, terutama bagi pasien kanker yang membutuhkan penanganan jangka panjang.
"Radioterapi sangat penting bagi masyarakat. Sekarang pengobatan sudah pakai alat canggih, apalagi kalau bisa diakses lebih banyak masyarakat, tentu ini hal yang positif sekali," ungkapnya.
Ia menjelaskan, setiap sesi radioterapi yang dijalaninya hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Sekali sesi sinar radioterapi hanya sekitar 5 sampai 10 menit. Program JKN juga bisa diakses dengan mudah dan cepat. Pelayanannya sangat bagus," ucapnya.
Nurida mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan Program JKN karena dinilainya sangat membantu, terutama bagi pasien dengan penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan besar dan berkelanjutan.
"Masyarakat sebaiknya segera pakai JKN. Karena alurnya mudah dan cepat. Semoga semakin banyak masyarakat yang terbantu," ujarnya. ***
Berita Terkait
-
Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
PKSS Targetkan Standar Pelayan Pekerjanya
-
Penderita Fatty Liver Rasakan Manfaat Antrean Online Mobile JKN Saat Berobat
-
Registrasi Ulang Pelat Kendaraan: Pelayanan Publik atau Beban Administratif?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement