- Ali Ramadhan meluncurkan buku tentang kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta pada Rabu, 24 Juni 2026.
- Karya ini membedah visi Presisi Polri dan peran institusi kepolisian dalam menghadapi tantangan disrupsi demokrasi di era digital.
- Buku tersebut menyajikan analisis mendalam mengenai transformasi Polri serta perjalanan karier panjang Kapolri menuju institusi yang lebih adaptif.
Salah satunya adalah bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang di lapangan.
“Jejak karier Listyo Sigit Prabowo digambarkan sebagai hasil kerja bertahun-tahun, bukan jalur instan. Kepemimpinan tidak hanya soal dedikasi, tetapi juga visi yang konkret,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa konsep Presisi menjadi jawaban atas tantangan era post-truth dan tuntutan transparansi hukum.
Menurutnya, Polri tidak bisa berdiri sendiri dalam menjaga demokrasi, melainkan menjadi bagian dari tanggung jawab kolektif bangsa.
Menariknya, Ali menegaskan buku ini tidak bersifat glorifikasi.
Ia tetap membuka ruang kritik terhadap kepemimpinan Listyo Sigit dalam menghadapi kompleksitas tekanan publik dan dinamika demokrasi.
“Memimpin di era disrupsi bukan tentang menunjukkan kekuasaan, melainkan ketajaman visi dan keberanian untuk berbenah. Ia tidak menyangkal kesalahan, tetapi memilih memperbaiki dan terus melangkah,” tegasnya.
Di akhir, Ali menyebut reformasi Polri masih merupakan proses panjang yang belum selesai.
Namun, fondasi yang dibangun melalui paradigma Presisi dinilai menjadi pijakan penting menuju institusi kepolisian yang modern dan adaptif.
Baca Juga: Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
“Presisi adalah ikhtiar yang belum usai. Memimpin di era demokrasi adalah komitmen tanpa akhir untuk terus belajar, berbenah, dan melayani,” pungkas Ali Ramadhan.
Berita Terkait
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan
-
Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Cegah Perjudian! Kapolri Aktifkan Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pameran Senang Riang Lagu Anak Lokananta Ditutup dengan Musikalisasi Puisi
-
Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Portofolio Makin Aman, BRI MI Hadirkan Reksa Dana ETF Emas dengan Jaminan LBMA
-
Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini
-
Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa
-
Skin Tint Skintific Kandungan Aktifnya Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli
-
Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'
-
Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi