- Ketua BEM FH Universitas Bung Karno, Muhammad Abdimaludin, mengakui menerima dana sebesar Rp20 juta terkait aksi unjuk rasa.
- Dana tersebut diduga berasal dari oknum kepolisian untuk mengalihkan rute demonstrasi mahasiswa dari Istana ke Gedung DPR RI.
- Rektorat membekukan jabatan Muhammad Abdimaludin guna mempermudah penyelidikan internal Komisi Etik atas dugaan skandal suap demonstrasi tersebut.
Suara.com - Dunia pergerakan mahasiswa di ibu kota tengah diguncang skandal panas terkait dugaan pengondisian unjuk rasa. Skandal yang menyeret nama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin alias Abdi, kini menggelinding menjadi bola salju di kancah nasional.
Pihak rektorat bertindak tegas dengan membekukan posisi jabatan struktural yang bersangkutan demi mempermudah jalannya penyelidikan oleh Komisi Etik kampus. Berikut adalah enam fakta krusial yang merangkum dinamika kasus dugaan suap demonstrasi tersebut:
1. Berawal dari Unjuk Rasa Aliansi BEM UBK
Pangkal dari persoalan ini bermula dari aksi demonstrasi yang digalang oleh aliansi BEM dari sejumlah fakultas di lingkungan UBK di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026).
Dalam aksi massa tersebut, para mahasiswa membawa enam poin tuntutan kajian nasional, di antaranya adalah evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, peninjauan ulang UU Kepolisian, serta stabilitas ekonomi dan harga BBM.
2. Pengakuan Mahasiswa Dapat Uang
Investigasi internal kampus mengonfirmasi adanya aliran dana segar yang masuk ke tangan oknum pimpinan mahasiswa. Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, mengungkapkan bahwa Abdi secara resmi telah mengakui menerima uang tunai sebesar Rp20 juta.
Penyerahan dana tersebut terjadi pada Senin dini hari, sesaat sebelum massa bergerak ke lapangan untuk melaksanakan aksi unjuk rasa.
Hal ini juga diperkuat dengan pengakuan dari mahasiswa terkait yang mengaku menerima sejumlah jutaan rupiah usai melakukan demo.
Baca Juga: Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur
3. Skenario Pengalihan Rute Gerakan ke Gedung DPR RI
Uang puluhan juta rupiah tersebut diduga kuat diberikan sebagai mahar politik dengan instruksi khusus. Berdasarkan pengakuan yang dihimpun pihak rektorat, pemberi dana memberikan catatan agar para mahasiswa membatalkan rencana demonstrasi di kawasan Istana Kepresidenan.
Massa aksi disarankan untuk memindahkan titik konsentrasi dan penyampaian aspirasi mereka menuju Gedung DPR RI.
4. Mengaku Adanya Keterlibatan Oknum Aparat
Kronologi pengondisian rute ini perlahan menyingkap jejaring aktor di belakang layar. Dari hasil klarifikasi internal, dana tersebut tidak diserahkan langsung oleh penyandang dana utama, melainkan didistribusikan secara berantai.
Berdasarkan pengakuan pihak terkait, uang Rp20 juta itu mendarat ke tangan Ketua BEM FH melalui perantara seorang oknum senior alumni FH UBK, yang bersumber dari oknum aparat kepolisian.
Berita Terkait
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
-
Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur
-
Suap Mahasiswa UBK Viral, Terseret Nama 'Kapolda' dan Aliran Dana Rp20 Juta
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO