News / Nasional
Kamis, 25 Juni 2026 | 10:42 WIB
Ilustrasi gempa di Jepang tidak menimbulkan tsunami. (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang lepas pantai timur Honshu, Jepang, pada Kamis pagi, 25 Juni 2026.
  • BMKG memastikan peristiwa gempa dengan kedalaman 118 kilometer tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami bagi wilayah Indonesia.
  • Masyarakat diimbau tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi terkait gempa melalui kanal komunikasi BMKG.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah dekat pantai timur Honshu, Jepang, pada Kamis (25/6/2026) pagi tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.

Gempa terjadi pada pukul 05.30.23 WIB dengan pusat gempa berada di wilayah lepas pantai Jepang.

"Gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,8 dengan episenter terletak pada koordinat 40,23° LU dan 142,09° BT," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada di laut sekitar 27 kilometer arah timur Kota Kuji, Jepang. Sementara itu, kedalaman hiposenter gempa tercatat mencapai 118 kilometer.

Wijayanto menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman sumber gempa, peristiwa tersebut tergolong gempa bumi menengah yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng tektonik.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tektonik ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujarnya.

Meski tidak berpotensi memicu tsunami di Indonesia, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, khususnya masyarakat yang berada di kawasan pesisir.

Menurut Wijayanto, masyarakat perlu memastikan setiap informasi terkait gempa dan potensi tsunami hanya diperoleh dari sumber resmi yang dikeluarkan BMKG.

"Masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi, situs web, telegram, maupun aplikasi seluler resmi yang telah terverifikasi," ujar Wijayanto.

Baca Juga: Bawa Nostalgia Musim Panas, NCT Wish Rilis Single Jepang 'Boy Meets Girl'

Load More