- Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, dilaporkan ke kepolisian terkait kritik terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Tiyo menanggapi santai pelaporan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk bersikap kooperatif jika dipanggil pihak penegak hukum.
- Tiyo tetap fokus menjalankan perannya sebagai warga negara kritis untuk mengawasi jalannya pemerintahan demi kepentingan masyarakat luas.
Suara.com - Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menanggapi santai pelaporan terhadap dirinya ke Polres Metro Tangerang Selatan dan Bareskrim Polri.
Aktivis yang kerap mengkritik pemerintah itu menilai langkah hukum tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang muncul di tengah perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah.
Menurut Tiyo, pelaporan yang ditujukan kepadanya dapat dilihat sebagai bentuk upaya sejumlah pihak untuk menunjukkan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Saya pribadi memandang bahwa momentum ini memang bagus sekali untuk mereka yang ingin mempersembahkan loyalitasnya kepada Pak Presiden Prabowo, dan ini saya kira dimanfaatkan dengan baik oleh mereka yang melaporkan saya," kata Tiyo ditemui di UGM, Kamis (25/6/2026).
Tiyo menegaskan dirinya akan bersikap kooperatif apabila aparat penegak hukum meminta klarifikasi atau keterangan terkait laporan yang telah diajukan.
Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima panggilan maupun pemberitahuan resmi dari kepolisian.
"Apabila kita dipanggil pihak kepolisian, ya kita akan datang. Apabila kita dimintai keterangan, ya kita akan berikan," ujarnya.
Meski menghadapi pelaporan, Tiyo mengatakan fokus utamanya tetap pada isu-isu yang dinilai lebih substantif dan strategis.
Ia menegaskan peran warga negara untuk menyampaikan kritik terhadap jalannya pemerintahan harus tetap dijalankan sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Baca Juga: Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
"Tapi yang jelas fokus kita adalah pada hal-hal yang substantif dan strategis, terutama untuk menjalankan peran kita sebagai warga negara yang kritis," ujarnya.
Ia mengaku tak terlalu memusingkan pelaporan tersebut. Tiyo lebih memilih mengambil peran sebagai warga yang aktif mengawasi kekuasaan agar tetap berjalan sesuai kepentingan rakyat.
"Karena Indonesia ini kan rumah yang semua bagian bangunannya itu hampir roboh dan hanya bisa diselamatkan dengan cara mengoptimalkan seluruh peran anak-anak bangsa," tandasnya.
Terkait langkah hukum yang dihadapinya, Tiyo mengaku telah menerima banyak tawaran bantuan hukum dari berbagai pihak.
Bantuan tersebut disebut sebagai bentuk solidaritas masyarakat sipil dalam menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat.
"Ya banyak pihak-pihak yang menawarkan bantuan hukum kepada saya dan tentu saya akan terima setiap bantuan hukum itu sebagai bagian dari wujud solidaritas masyarakat sipil di dalam membela hak-hak kaum tertindas dan membela demokrasi," tuturnya.
Berita Terkait
-
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
-
Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur
-
Suap Mahasiswa UBK Viral, Terseret Nama 'Kapolda' dan Aliran Dana Rp20 Juta
-
Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain
-
John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!
-
Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos
-
Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela
-
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar
-
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru
-
Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik
-
No Ribet, SPayLater SatSet Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026 untuk Layani Kenyamanan Pengunjung