- Program MBG menyerap 29 persen anggaran pendidikan tahun 2026 yang berdampak pada pemangkasan dana operasional perguruan tinggi.
- Universitas Indonesia mengalami kendala operasional seperti pemadaman listrik dan hilangnya akses jurnal ilmiah akibat kebijakan efisiensi belanja negara.
- BEM UI mengajukan Amicus Curiae ke Mahkamah Konstitusi agar hak pendidikan layak tidak terabaikan demi pendanaan program pemerintah tersebut.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik tajam karena dianggap telah "mengkanibal" anggaran pendidikan nasional.
Dampaknya dirasakan nyata oleh sivitas akademika Universitas Indonesia (UI), mulai dari pemadaman listrik di area kampus hingga penghentian langganan jurnal ilmiah digital di perpustakaan.
Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menyebut pemangkasan dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) sebesar 50 persen pada 2025 telah melumpuhkan fasilitas dasar kampus.
Kondisi ini menurutnya, merupakan imbas dari kebijakan efisiensi belanja negara demi mendanai program MBG.
"Ini hal yang sejatinya melanggar prinsip dari progressive realization (pemenuhan secara bertahap). Di mana kami mengharapkan pendidikan yang diwujudkan di Indonesia ini menuju ke arah yang lebih baik, gratis, demokratis, dan ilmiah," tegas Dimas saat mengajukan Amicus Curiae ke Mahkamah Konstitusi, Jumat (26/6/2026).
Anggaran Dicaplok, Kampus Makin Komersial
Dimas memaparkan, pemadaman lampu, pendingin ruangan (AC), hingga hilangnya akses sumber ilmiah sangat menghambat aktivitas riset dosen dan mahasiswa. Hal ini dinilai sebagai kemunduran besar bagi kualitas akademik Indonesia.
Berdasarkan analisis BEM UI terhadap Perpres Nomor 118 Tahun 2025, alokasi anggaran Badan Gizi Nasional mencapai Rp223,558 triliun atau mencaplok 29 persen dari total Rp769,086 triliun anggaran pendidikan tahun 2026.
Sebaliknya, dana transfer pendidikan ke daerah justru anjlok sebesar Rp82 triliun dibandingkan tahun 2025.
Baca Juga: Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes
Tekanan fiskal ini pun merembet pada pemangkasan kuota beasiswa strategis seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), hingga Beasiswa ADiK.
Kondisi ini diperparah dengan fenomena komersialisasi kampus PTN-BH yang mulai menaikkan tarif sewa fasilitas demi menutupi biaya operasional yang tak lagi disubsidi negara secara penuh.
Atas hal itu, Dimas berharap hakim MK bisa menerjemahkan bagaimana konstitusi diterapkan secara konstitusional dengan menjamin kelayakan dan hak-hak dasar mahasiswa dan aktor pendidikan lainnya.
"Hak-hak masyarakat untuk mendapat pendidikan yang layak bisa terpenuhi tanpa mengorbankan kesejahteraan dan hak dasar mahasiswa," pungkas Dimas.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan