News / Nasional
Senin, 29 Juni 2026 | 14:23 WIB
Suasana penganugerahan gelar kehormatan adat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Jokowi diketahui melakukan ritual menginjak kaki kerbau. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dikritik setelah melakukan prosesi adat menginjak kepala kerbau saat berkunjung ke Lampung.
  • Politisi PDIP, Guntur Romli, menilai aksi tersebut memperkuat tesis Hasto Kristiyanto mengenai gaya kepemimpinan feodal dan populis Jokowi.
  • Guntur menuding Jokowi memprioritaskan ambisi kekuasaan keluarga dengan menempatkan kerabatnya di berbagai posisi strategis dalam pemerintahan dan partai.

Suara.com - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh potongan video yang memperlihatkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menjalani prosesi adat mesol kibau atau menginjak kepala kerbau dalam kunjungannya ke Provinsi Lampung.

Menanggapi hal tersebut, politisi PDI Perjuangan, M. Guntur Romli, melontarkan kritik tajam.

Guntur menilai, tindakan Jokowi dalam foto dan video yang beredar tersebut seolah menjadi pembenaran atas kajian akademis yang dilakukan oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Ia menyebut aksi itu memperkuat tesis mengenai gaya kepemimpinan Jokowi yang disebut sebagai perpaduan antara feodalisme dan populisme.

"Apa yang dilakukan Jokowi dalam foto yang beredar semakin membuktikan kebenaran disertasi Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bahwa Jokowi membangun identitas kepemimpinannya sebagai perpaduan ‘the triangle of authoritarian populism’," ujar Guntur kepada Suara.com, Senin (29/6/2026).

Guntur menjelaskan, tiga pilar utama dalam teori tersebut yang menurutnya tampak jelas dalam perilaku politik Jokowi.

Pertama adalah unsur feodalisme, di mana Jokowi mempersepsikan dirinya layaknya seorang raja.

Kedua, aspek populisme yang dilakukan melalui pembagian bantuan langsung seperti amplop dan sembako untuk menarik simpati rakyat.

Ketiga, karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai prioritas di atas segalanya.

Baca Juga: Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan

Guntur juga mengaitkan hal ini dengan langkah politik keluarga Jokowi yang kini menduduki berbagai posisi strategis di pemerintahan dan partai politik.

"Tidak heran meskipun sudah menjadi presiden dua periode, ia menjadikan anaknya Gibran sebagai Wapres melalui manipulasi MK; menantunya Bobby sebagai Gubernur Sumut; serta Kaesang sebagai Ketua Umum PSI," tegasnya.

Secara simbolis, Guntur memberikan interpretasi yang cukup keras terhadap prosesi menginjak kepala kerbau tersebut.

Menurutnya, kepala kerbau itu merepresentasikan para pendukung setianya yang dianggapnya telah terbuai oleh citra yang dibangun Jokowi.

"Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut Jokowi dan PSI yang terbuai di balik perilaku 'raja'. Padahal, yang ada sebenarnya adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi semata," pungkasnya.

Load More