- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dikritik setelah melakukan prosesi adat menginjak kepala kerbau saat berkunjung ke Lampung.
- Politisi PDIP, Guntur Romli, menilai aksi tersebut memperkuat tesis Hasto Kristiyanto mengenai gaya kepemimpinan feodal dan populis Jokowi.
- Guntur menuding Jokowi memprioritaskan ambisi kekuasaan keluarga dengan menempatkan kerabatnya di berbagai posisi strategis dalam pemerintahan dan partai.
Suara.com - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh potongan video yang memperlihatkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menjalani prosesi adat mesol kibau atau menginjak kepala kerbau dalam kunjungannya ke Provinsi Lampung.
Menanggapi hal tersebut, politisi PDI Perjuangan, M. Guntur Romli, melontarkan kritik tajam.
Guntur menilai, tindakan Jokowi dalam foto dan video yang beredar tersebut seolah menjadi pembenaran atas kajian akademis yang dilakukan oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.
Ia menyebut aksi itu memperkuat tesis mengenai gaya kepemimpinan Jokowi yang disebut sebagai perpaduan antara feodalisme dan populisme.
"Apa yang dilakukan Jokowi dalam foto yang beredar semakin membuktikan kebenaran disertasi Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bahwa Jokowi membangun identitas kepemimpinannya sebagai perpaduan ‘the triangle of authoritarian populism’," ujar Guntur kepada Suara.com, Senin (29/6/2026).
Guntur menjelaskan, tiga pilar utama dalam teori tersebut yang menurutnya tampak jelas dalam perilaku politik Jokowi.
Pertama adalah unsur feodalisme, di mana Jokowi mempersepsikan dirinya layaknya seorang raja.
Kedua, aspek populisme yang dilakukan melalui pembagian bantuan langsung seperti amplop dan sembako untuk menarik simpati rakyat.
Ketiga, karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai prioritas di atas segalanya.
Baca Juga: Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan
Guntur juga mengaitkan hal ini dengan langkah politik keluarga Jokowi yang kini menduduki berbagai posisi strategis di pemerintahan dan partai politik.
"Tidak heran meskipun sudah menjadi presiden dua periode, ia menjadikan anaknya Gibran sebagai Wapres melalui manipulasi MK; menantunya Bobby sebagai Gubernur Sumut; serta Kaesang sebagai Ketua Umum PSI," tegasnya.
Secara simbolis, Guntur memberikan interpretasi yang cukup keras terhadap prosesi menginjak kepala kerbau tersebut.
Menurutnya, kepala kerbau itu merepresentasikan para pendukung setianya yang dianggapnya telah terbuai oleh citra yang dibangun Jokowi.
"Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut Jokowi dan PSI yang terbuai di balik perilaku 'raja'. Padahal, yang ada sebenarnya adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi semata," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan
-
Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa
-
Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!
-
Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel
-
Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward