- Kemnaker menyiapkan uang saku hingga Rp6 juta per bulan bagi peserta MagangHub Angkatan II sesuai UMK lokasi penempatan.
- Pemerintah memberikan perlindungan jaminan sosial serta menanggung penuh seluruh biaya uang saku selama enam bulan masa magang.
- Program ini kini menyertakan lulusan profesi dan menerapkan distribusi peserta secara proporsional guna memeratakan kesempatan di berbagai daerah.
Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan uang saku bagi peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II hingga Rp6 juta per bulan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, besaran uang saku yang diterima peserta disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi penempatan kerja.
"Mendapatkan penghasilan yang cukup signifikan, itu di antara Rp3,5 juta sampai bahkan ada yang Rp6 juta per bulan, tergantung dari lokasi mereka bekerja, karena sesuai upah minimum kabupaten/kota tempat mereka bekerja," kata Teddy dalam konferensi pers di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
Teddy menjelaskan, seluruh uang saku peserta selama enam bulan masa magang akan ditanggung pemerintah.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang iurannya dibayarkan negara.
Pada pelaksanaan MagangHub Angkatan II, pemerintah juga memperluas cakupan peserta dengan membuka kesempatan bagi lulusan jalur profesi.
"Jadi selain dari mahasiswa yang baru lulus S1, tapi juga nanti ada beberapa yang dapat ikut program ini yaitu dari profesi," ujar Teddy.
Sementara Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pihaknya akan mengatur distribusi peserta agar tidak menumpuk di Jakarta seperti yang terjadi pada Angkatan I.
Menurut Yassierli, tingginya minat peserta magang di Jakarta dipengaruhi besaran UMK yang lebih tinggi dibanding daerah lain. Namun, ia mengingatkan bahwa biaya hidup di ibu kota juga relatif lebih mahal.
Baca Juga: Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional
"Upah minimumnya kenapa lebih tinggi di Jakarta? Bisa jadi karena memang biaya hidupnya lebih tinggi, ya. Jadi itu pilihan," ungkap Yassierli.
Untuk itu, Kemnaker akan menerapkan skema distribusi peserta secara proporsional berdasarkan data lulusan di masing-masing provinsi guna mendorong pemerataan kesempatan magang di berbagai daerah.
Program Pemagangan Nasional sendiri telah berjalan sejak Oktober tahun lalu dengan menggandeng lebih dari 8.000 perusahaan serta sejumlah kementerian dan lembaga negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin
-
Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras
-
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI
-
DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis
-
Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!
-
Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan
-
3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya
-
4 Tone Up Sunscreen Korea Vitamin C, Rahasia Punya Wajah Cerah Seharian!
-
UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak
-
Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai