- Proyek lapangan multifungsi CSR mulai dibangun di Manggarai sejak 25 Juni 2026 untuk mencegah tawuran antarpemuda setempat.
- Seorang balita warga Manggarai tewas setelah terperosok ke dalam lubang galian konstruksi lapangan pada akhir pekan lalu.
- Pihak Kelurahan Manggarai memberikan santunan serta memfasilitasi pengurusan administrasi kependudukan bagi keluarga korban pasca terjadinya insiden tersebut.
Suara.com - Lahan yang dahulu menjadi taman tempat anak-anak Manggarai bermain kini berubah menjadi lokasi duka mendalam bagi salah satu warganya sendiri.
Di atas lahan itu, proyek lapangan multifungsi berbasis tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR mulai dibangun sejak 25 Juni 2026.
Lurah Manggarai, M Arafat Dinsirat, mengungkapkan bahwa proyek tersebut sejatinya dirancang demi kepentingan anak-anak Manggarai, bukan untuk menyakiti mereka.
"Itu proyek CSR yang memang nantinya pembuatan lapangan multifungsi. Salah satunya adalah ada lapangan futsal di situ, untuk mengakomodir anak-anak Manggarai supaya ada kegiatan olahraga," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).
Lebih jauh, ia mengatakan tujuan pembangunan itu juga menyasar persoalan sosial yang kerap meresahkan wilayahnya.
"Hal ini ditujukan untuk salah satunya meredam atau mencegah tawuran di Kelurahan Manggarai," beber Arafat.
Namun niat baik itu berbalik menjadi tragedi setelah seorang balita, yang juga tercatat sebagai warga Manggarai, tewas usai terperosok ke dalam lubang galian proyek akhir pekan kemarin.
"Ini warga kami sendiri, warga Manggarai. KTP, KK-nya (orang tua korban) tercatat jelas warga Manggarai," tutur Arafat.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak kelurahan telah mendatangi rumah duka untuk memberikan santunan kepada keluarga korban.
Baca Juga: Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan
"Kami ke rumah duka, memberikan santunan juga, berupa sembako kepada keluarga untuk membantu mungkin tahap untuk tahlil dan sebagainya," jelas Arafat.
Selain bantuan materi, kelurahan juga mempercepat pengurusan dokumen administrasi kependudukan bagi keluarga korban.
"Kemudian kami juga membantu, bukan membantu, sebetulnya ini tugas pelayanan ya di kelurahan, untuk akta kematiannya sudah selesai. Kemudian KK barunya juga nanti akan diterbitkan," ujar Arafat.
Ironisnya, lubang yang merenggut nyawa bocah tersebut merupakan bagian dari konstruksi tiang penyangga bangunan lapangan yang sejatinya dirancang untuk menjadi ruang aman bagi anak-anak setempat.
Proyek yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026 itu kini turut menyisakan pertanyaan besar, tentang bagaimana ruang yang dahulu menjadi tempat bermain kini berubah menjadi lokasi yang harus dipasang garis polisi.
Tag
Berita Terkait
-
Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan
-
Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat
-
Siapa Bertanggung Jawab? Polisi Usut Kelalaian Proyek yang Tewaskan Bocah 4 Tahun di Tebet
-
Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi
-
Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!
-
Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri
-
7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas
-
Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras
-
Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik
-
Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!
-
Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY
-
BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara
-
Identitas Masih Rahasia! Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan Ahli di Praperadilan Ijazah Palsu Jokowi