- Pemkab Tangerang resmi menetapkan status tanggap darurat kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, demi mempercepat penanganan dan melindungi kesehatan warga.
- Peningkatan status dilakukan karena luas area terbakar mencapai 15 hektare serta paparan asap yang mengganggu warga sekitar lokasi.
- BNPB akan mengerahkan helikopter water bombing guna membantu pemadaman di titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Suara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi menaikkan status penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, dari siaga menjadi tanggap darurat. Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat penanganan kebakaran yang terus meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, keputusan itu diambil setelah pemerintah daerah menggelar rapat evaluasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta sejumlah instansi terkait.
"Kita tetapkan bahwa ini sudah masuk kategori darurat. Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko daripada api yang terus menjalar begitu kita tetapkan," kata Maesyal di Tangerang, sepert dikutip dari Antara, Rabu.
Menurutnya, pemerintah daerah juga telah menerbitkan surat keputusan bupati sebagai dasar peningkatan status penanggulangan bencana tersebut.
Maesyal menjelaskan, salah satu alasan utama penetapan tanggap darurat adalah dampak asap yang mulai mengganggu permukiman warga di sekitar lokasi kebakaran.
"Ini menjadi pertimbangan karena dampak pastinya ada asap. Asap ini terbawa oleh angin dan dekat sekali ke pemukiman," katanya.
Selain ancaman asap, keputusan itu juga didasarkan pada sejumlah indikator lain, seperti bertambahnya luas area yang terbakar, meningkatnya jumlah titik api, prakiraan musim kemarau, keterbatasan kemampuan personel, hingga cakupan dampak kebakaran.
Untuk mendukung proses pemadaman, Pemkab Tangerang berencana melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pengerahan helikopter guna menyiram titik api yang sulit dijangkau dari darat.
"Dengan situasi ini, rencananya helikopter BNPB akan membantu untuk penyiraman api dari atas. Karena ada lokasi yang tidak bisa dimasuki oleh kendaraan," ujarnya.
Baca Juga: Tangerang Kota Paling Rawan! Ini Peta Wilayah Kriminalitas di Jabodetabek Sepanjang 2026
Ia berharap peningkatan status tersebut dapat memperkuat koordinasi lintas instansi sehingga proses pemadaman dan perlindungan terhadap masyarakat bisa berjalan lebih efektif.
"Kami minta bantuannya kepada semua pihak, untuk tangani persoalan ini agar segera mematikan api ini, termasuk juga untuk upaya-upaya mencegah kepada kesehatan masyarakat," kata dia.
Sementara itu, BNPB terus memantau perkembangan kebakaran yang hingga Rabu pagi masih berpotensi meluas. Kepala BNPB Suharyanto telah menginstruksikan jajarannya turun ke lokasi untuk melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta memperkuat operasi pemadaman.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, petugas menghadapi kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan yang mudah terbakar. Titik api juga berada di tumpukan sampah yang tinggi sehingga sulit dijangkau, sementara angin kencang dan cuaca panas mempercepat penyebaran api.
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB mengerahkan dukungan udara.
"Kita datangkan dua helikopter water bombing (pengebom air) dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," katanya.
Di sisi lain, pemadaman dari darat masih terus berlangsung dengan melibatkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Petugas memusatkan upaya pada area yang masih dapat dijangkau agar api tidak semakin meluas.
Hingga kini, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan sekitar 15 hektare lahan di TPA Jatiwaringin. Asap tebal juga memaksa 30 kepala keluarga atau 52 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar demi menghindari dampak paparan asap kebakaran.
Berita Terkait
-
Tangerang Kota Paling Rawan! Ini Peta Wilayah Kriminalitas di Jabodetabek Sepanjang 2026
-
Modus PKBM Indonesia Negeriku Korupsi Dana Pendidikan Ratusan Pelajar
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam
-
Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan
-
Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026
-
35 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru dan Gratis, Tinggal Pasang Foto untuk 17 Agustus
-
Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto
-
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT
-
Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'
-
Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri
-
Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol