- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui kekurangan institusi Polri dalam peringatan HUT ke-80 Bhayangkara.
- Polri berkomitmen menjadikan berbagai kritik serta masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja institusi kepolisian.
- Mahasiswa BEM se-UI melakukan aksi protes di Mabes Polri guna mengkritik revisi UU Polri dan kekerasan oleh aparat.
Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui institusi Polri yang kini genap berusia 80 tahun masih jauh dari kata sempurna.
Di tengah derasnya kritik terhadap kepolisian pada peringatan Hari Bhayangkara, Listyo menegaskan seluruh masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi untuk berbenah.
Dalam amanatnya pada peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026), Listyo menggambarkan perjalanan Polri dengan sebuah peribahasa.
"Sebagaimana peribahasa 'tidak ada gading yang tak retak', begitupun perjalanan pengabdian Polri yang belum sepenuhnya sempurna," ucap Listyo.
Kapolri menegaskan kesadaran atas berbagai kekurangan itu menjadi alasan bagi Polri untuk terus melakukan pembenahan.
Menurutnya, kritik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan menjadi pengingat agar institusi kepolisian terus berubah ke arah yang lebih baik.
"Oleh karena itu, setiap kritik kami pandang sebagai cermin untuk berbenah, setiap masukan kami terima sebagai dorongan untuk berubah, dan setiap harapan masyarakat kami maknai sebagai amanah demi meneguhkan darma bakti kami demi menghadirkan sosok Polri untuk masyarakat," katanya.
Pernyataan Kapolri tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap institusi Polri yang juga mewarnai peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Pada hari yang sama, aksi simbolik Aliansi BEM se-Universitas Indonesia (BEM se-UI) di depan Mabes Polri berujung ricuh setelah aparat melucuti keranda mayat yang dibawa mahasiswa sebagai "kado".
Baca Juga: Rp756 Miliar Diselamatkan! Kapolri Bongkar Skandal Besar Bio Solar dan Perusahaan Sawit Nakal
Kericuhan terjadi ketika massa mencoba membawa keranda bambu berbalut kain hijau bertuliskan "Kepolisian Republik Indonesia" ke depan gerbang Mabes Polri.
Aparat kemudian mengadang massa dan menarik kain penutup keranda hingga terjadi aksi saling dorong.
Melalui aksi bertajuk #MatinyaReformasiPolri, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap perluasan peran Polri di ruang sipil, menyoroti draf revisi Undang-Undang Polri, serta mempertanyakan penyelesaian sejumlah dugaan kasus kekerasan yang melibatkan aparat.
Meski sempat dilakukan upaya mediasi, mahasiswa menolak memindahkan lokasi aksi dan tetap bertahan di sekitar Mabes Polri hingga kegiatan berakhir dengan pengawalan ketat aparat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara