Selama ini, Indonesia membangun ekosistem kendaraan listrik dengan bertumpu pada hilirisasi nikel. Di sisi lain, pasar kendaraan listrik dunia justru mulai mengadopsi teknologi baterai yang semakin sedikit menggunakan nikel.
Peneliti Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan (PREIJP) BRIN, Sigit Setiawan, menilai perubahan ini perlu menjadi perhatian.
"Indonesia membangun ekosistem industri EV berbasis nikel melalui hilirisasi, sementara pasar EV global dan domestik secara bersamaan mulai beralih ke teknologi baterai lain."
Menurutnya, strategi industri ke depan tidak cukup hanya mengandalkan satu komoditas.
"Yang dibutuhkan bukan hanya memperkuat satu komoditas, tetapi membangun ekosistem industri yang inovatif dan fleksibel."
Artinya, daya saing Indonesia di masa depan tidak hanya ditentukan oleh cadangan nikel yang besar, tetapi juga kemampuan mengikuti perkembangan teknologi baterai yang berubah sangat cepat.
Mengurangi Ketergantungan pada Nikel Juga Bisa Mengurangi Tekanan Lingkungan
Perubahan teknologi ini juga membawa dimensi lingkungan. Di balik manfaat ekonomi hilirisasi, peningkatan produksi nikel juga memunculkan berbagai persoalan ekologis.
Data yang dikutip WALHI dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 Tahun 2020 menunjukkan produksi nikel Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 71,4 juta ton atau meningkat hampir 120 persen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga: Industri Fashion Terus Memproduksi Sampah, Bisakah Upcycling Jadi Jalan Keluar?
Peningkatan produksi tersebut dinilai berdampak pada berbagai persoalan, mulai dari berkurangnya keanekaragaman hayati, penurunan kualitas lingkungan, hingga konflik agraria di sejumlah wilayah pertambangan.
Karena itu, berkembangnya baterai yang tidak lagi bergantung pada nikel dapat membuka peluang untuk mengurangi tekanan terhadap aktivitas penambangan di masa depan, meskipun setiap teknologi baterai tetap memiliki tantangan lingkungan yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat