News / Metropolitan
Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:04 WIB
Polusi udara Jakarta (instagram/@hebohdotcom)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta dan BMKG meluncurkan sistem peringatan dini kualitas udara untuk melindungi kesehatan masyarakat Ibu Kota.
  • Sistem berbasis teknologi SILAM Urban ini memberikan prediksi polusi udara selama tiga hari ke depan di seluruh kecamatan.
  • Masyarakat dapat memantau data kualitas udara secara aktual dan akurat melalui aplikasi seluler yang terhubung dengan JAKI.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) kualitas udara.

Sistem ini dibuat demi melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman pencemaran udara di Ibu Kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menjelaskan keunggulan utama sistem tersebut dibanding informasi kualitas udara yang selama ini tersedia.

"Ini langkah untuk 3 hari ke depan. Jadi tidak hanya kondisi saat ini, tapi ada prediksi untuk 3 hari ke depan," ujar Dudi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Ia menambahkan, sistem tersebut akan bekerja melalui titik-titik sensor yang telah disebar di berbagai wilayah Jakarta.

"Ini ada titik spot-nya, ada sensornya, sudah terletak di seluruh Jakarta gitu kan. Nanti tinggal dibaca, mendekati yang mana untuk posisi kita saat ini," terang Dudi.

Warga nantinya dapat mengakses informasi tersebut secara langsung melalui gawai masing-masing.

"Posisinya nanti di mobile masing-masing. Jadi dalam bentuk aplikasi, nanti terkoneksi dengan JAKI juga," jelas Dudi.

Secara teknis, BMKG mengembangkan sistem prakiraan tersebut melalui teknologi pemodelan kualitas udara berbasis spasial bernama SILAM Urban.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur

Teknologi ini mampu memetakan kondisi polusi secara rinci hingga radius satu kilometer dengan cakupan seluruh 44 kecamatan di Jakarta.

Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG, Albert C Nahas, menerangkan bahwa SILAM Urban dibangun menggunakan data inventori emisi lokal, mulai dari emisi sektoral hingga emisi polutan.

"Informasi yang dihasilkan mencakup enam jenis polutan utama, termasuk PM2.5. Melalui SILAM Urban, masyarakat dapat melihat peta kualitas udara per kecamatan di Jakarta, tren ISPU hingga tiga hari ke depan, kondisi meteorologi, peringkat kecamatan berdasarkan kualitas udara, hingga grafik konsentrasi polutan yang memudahkan pemantauan kualitas udara sehari-hari," ujar Albert beberapa waktu lalu.

Warga yang mendapati prakiraan kualitas udara memburuk disarankan segera mengambil langkah antisipatif, seperti mengenakan masker atau mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Load More