News / Nasional
Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:43 WIB
Pelaku pembantaian seekor tapir yang viral di Mesuji ditangkap polisi. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Anggota DPR Daniel Johan mendesak kepolisian mengusut tuntas aksi penyembelihan satwa dilindungi tapir di Kabupaten Mesuji, Lampung.
  • BKSDA Wilayah III Lampung bersama Polres Mesuji tengah mengidentifikasi pihak terlibat dan motif di balik kejadian tersebut.
  • Pemerintah didorong memperkuat konservasi habitat dan edukasi masyarakat guna mencegah konflik serta melindungi keanekaragaman hayati Indonesia.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, bereaksi keras menanggapi video viral yang memperlihatkan aksi sejumlah warga di Kabupaten Mesuji, Lampung, menyembelih seekor tapir secara terbuka.

Daniel mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut guna memberikan efek jera.

Dalam video yang beredar, tampak potongan tubuh satwa dilindungi tersebut telah dikuliti dan dipisahkan dari kepalanya.

Saat ini, BKSDA Wilayah III Lampung dilaporkan tengah berkoordinasi dengan Polres Mesuji untuk mengidentifikasi lokasi, waktu, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyembelihan tersebut.

Daniel menegaskan, bahwa pelaku harus diproses secara hukum. Namun, ia juga meminta pihak kepolisian untuk mendalami motif di balik aksi keji tersebut.

"Pelaku harus diproses secara hukum dan didalami apakah perbuatannya dilakukan karena ketidaktahuan atau justru dengan kesadaran penuh bahwa tapir merupakan satwa yang dilindungi," ujar Daniel kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Politisi PKB ini menekankan bahwa jika ada unsur kesengajaan, maka sanksi berat tidak boleh ditawar.

"Jika terbukti mengetahui status perlindungan tersebut namun tetap melakukan perburuan atau pembunuhan, maka aparat penegak hukum harus memberikan sanksi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Penegakan hukum yang konsisten penting untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi keanekaragaman hayati Indonesia," tegasnya.

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan. (Dok: DPR)

Meski mendorong jalur hukum, Daniel mengingatkan bahwa penyelesaian konflik antara manusia dan satwa liar tidak bisa hanya mengandalkan penindakan di hilir. Ia menyoroti tanggung jawab pemerintah dalam menjaga ekosistem.

Baca Juga: 3 Foundation Lokal Alternatif Giorgio Armani, Simak Klaim dan Review Pembelinya

"Pemerintah juga harus memperkuat upaya konservasi dengan menjaga habitat alami tapir, mencegah alih fungsi hutan yang tidak terkendali, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Perlindungan satwa harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistemnya," tambahnya.

Tapir merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Segala bentuk tindakan memburu, membunuh, menangkap, hingga memperdagangkannya secara ilegal dapat dikenai sanksi pidana.

Daniel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, menjaga kelestarian satwa langka adalah investasi bagi masa depan.

"Menjaga kelestarian tapir bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat demi menjaga keseimbangan ekosistem dan warisan keanekaragaman hayati bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Load More