- Presidium Relawan akan menggelar Parade Nasional di Patung Kuda Jakarta pada 8 Juli 2026 mendatang.
- Aksi massa menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis serta perbaikan tata kelola di Badan Gizi Nasional.
- Peserta menuntut percepatan operasional dapur di wilayah 3T serta perlunya pengesahan undang-undang program Makan Bergizi Gratis.
Suara.com - Presidium Relawan, Mitra, dan Simpatisan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Parade Nasional di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/7/2026).
Aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program MBG, sekaligus mendorong perbaikan tata kelola di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Ini merupakan penyatuan gerakan moral relawan, mitra, dan simpatisan yang ingin menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis masih sangat dibutuhkan masyarakat dan harus terus dilanjutkan," kata Koordinator Aksi Presidium Relawan, Mitra, dan Simpatisan MBG, Ahmad Yazdi, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Kegiatan akan diikuti relawan, pekerja dapur, pemasok bahan pangan hingga petani dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan, Sulawesi, hingga Aceh.
Relawan dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang berada di Jakarta pun turut dilibatkan dalam aksi.
Empat tuntutan disiapkan dalam aksi yang diklaim bakal diikuti 1 juta massa dari berbagai latar belakang ini.
Pertama, mendukung keberlanjutan Program MBG sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas 2045 dan pemerataan ekonomi kerakyatan.
Kedua, meminta pimpinan BGN segera memfasilitasi forum diskusi bersama seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Ketiga, mendorong percepatan operasional dapur SPPG di wilayah 3T sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga: Tak Ada Cara Lain! Begini Prosedur Hukum Jika Perwira TNI Aktif Terjerat Kasus Korupsi MBG
Keempat, meminta DPR RI segera menyusun undang-undang yang mengatur pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar memiliki kepastian hukum.
"Program sebesar ini perlu memiliki dasar hukum yang kuat agar pengelolaannya lebih jelas, transparan, dan memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat," tutur Yazdi.
Menanggapi isu adanya potensi massa bayaran dalam aksi, Yazdi menyebut bantuan transportasi bagi peserta merupakan bentuk fasilitasi dari para mitra.
"Banyak relawan yang datang dari luar daerah. Kalau mereka membutuhkan biaya transportasi, tentu itu menjadi bagian dari dukungan mitra. Yang terpenting adalah mereka hadir karena ingin menyuarakan keberlanjutan program MBG, bukan karena dipaksa," katanya.
Yazdi pun mengimbau masyarakat untuk tidak sekedar melihat berbagai persoalan yang sempat terjadi dalam pelaksanaan MBG.
Ia menilai, masih banyak dapur MBG yang berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, meski hal tersebut tidak banyak mendapat perhatian.
"Jangan hanya melihat kekurangan yang viral. Di lapangan masih banyak dapur yang bekerja dengan baik setiap hari dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia. Itu juga harus menjadi perhatian," pungkas Yazdi.
Berita Terkait
-
Tak Ada Cara Lain! Begini Prosedur Hukum Jika Perwira TNI Aktif Terjerat Kasus Korupsi MBG
-
Detik-detik Kecelakaan Maut Dekat Patung Kuda, Pengendara Aerox Tiba-tiba Oleng hingga Tak Tertolong
-
Hafid Abbas Curiga Dana Bansos Tak Dipakai buat MBG demi 'Bagi-bagi Amplop' di Pemilu
-
Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!
-
Keras! Guru Besar UNJ Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Proyek Berbagi Keuntungan'
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
KPK Pantau Pemulihan Gus Yaqut, Hasil Medis Besok Jadi Kunci Kelanjutan Kasus Haji
-
Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying
-
KY Siap Usut Dugaan Pelanggaran Etik 4 Hakim yang Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara
-
92 WN Tiongkok Pelaku Penipuan Investasi Dideportasi, Dicekal Masuk Indonesia Seumur Hidup
-
Bahas Isu Global Bersama PM Singapura, Prabowo Tegaskan ASEAN Utamakan Diplomasi
-
Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi
-
Bongkar Penembak Ibu Hamil di Papua, Yusril Beri 'Lampu Hijau' Komnas HAM Lakukan Investigasi
-
Sahroni Sentil Polisi Soal Pemotor Ninja 'Sok Jago': Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak
-
Survei IndexMundi Sebut Polri Korup, Boni Hargens Ungkap Kelemahan Metodologi dan Bias Data
-
Geger! Pria di Jagakarsa Pukul Orang Secara Acak Karena 'Bisikan', Polisi: Dia Positif Sabu