News / Nasional
Senin, 06 Juli 2026 | 14:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto menikmati hidangan MBG bersama siswa di kelas, Selasa (2/6/2026). (Foto: Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah memprediksi anggaran program Makan Bergizi Gratis 2027 turun menjadi Rp174 triliun.
  • Efisiensi anggaran dilakukan melalui penyesuaian jumlah satuan pelayanan serta kebutuhan riil untuk melayani 84 juta siswa.
  • Keputusan final besaran anggaran program tersebut akan ditetapkan bersama pemerintah melalui pembahasan APBN pada bulan September mendatang.

Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah memprediksi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 akan jauh lebih kecil dari proyeksi awal.

Menurutnya, kebutuhan anggaran diperkirakan hanya sekitar Rp174 triliun setelah dilakukan sejumlah penyesuaian dan efisiensi.

Said mengatakan angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya yang mencapai Rp268 triliun.

"Hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti stunting dan ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun," ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, proyeksi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil pelaksanaan program di lapangan. Salah satu sumber efisiensi berasal dari penyesuaian jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Itu satu. Kemudian yang kedua, kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita," jelasnya.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Suara.com/Bagaskara)

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan agar pembahasan program MBG tidak hanya terpaku pada besarnya anggaran. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan tata kelola berjalan baik dan kualitas makanan bergizi tetap terjaga.

"Yang penting menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga," tegas Said.

Meski demikian, Said menegaskan angka tersebut masih berupa proyeksi. Pembahasan anggaran MBG 2027 masih akan dibahas bersama pemerintah sebelum ditetapkan dalam APBN.

Baca Juga: Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Ia menargetkan keputusan final mengenai besaran anggaran akan diambil pada September mendatang.

"Diketoknya nanti di bulan September. Kan harus sama pemerintah, masa Banggar sendiri yang ketok? Kalau diketok sendiri palunya juga enggak laku," pungkasnya.

Load More