News / Nasional
Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto berpidato di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mempersilakan pihak yang pesimis terhadap masa depan Indonesia untuk mencari negara lain.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta pada Minggu, 12 Juli 2026.
  • Prabowo mengajak rakyat bergotong-royong dan bersatu demi kebangkitan bangsa serta tetap menerima kritik sebagai bentuk koreksi.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto tidak masalah dengan pihak-pihak yang merasa masa depan Indonesia suram. Ia justru mempersilakan mereka untuk mencari negara lain.

Menjawab merasa Indonesia suram, Prabowo justru optimis bahwa Indonesia yang memiliki kekayaan luar biasa akan bangkit. Ia berujar Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di republik.

"Yang ragu-ragu silakan duduk di rumah aja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain. Silakan, tidak ada yang melarang," kata Prabowo di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Prabowo lantas meminta agar rakyat di tanah air dapat bergotong-royong menyatukan kekuatan menyiapkan kebangkitan Indonesia.

Ia berujar agar pihak yang kuat dapat mengulurian bantuan kepada mereka yang lemah. Sedangkan yang lemah harus bekerja sama dengan baik.

"Marilah kita kembali ke sifat bangsa Indonesia, yaitu saling memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, saling membantu. Jangan ikut-ikut budaya caci maki, budaya dengki, budaya curiga. Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada," kata Prabowo.

Prabowo meminta rakyat membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang khas dan bangsa yang bersatu.

Bersaing tidak masalah, asalkan setelah itu dapat kembali bersatu, bekerja untuk bangsa dan negara.

"Inilah bangsa Indonesia Saudara-saudara. Jangan bisanya nyinyir, ya kan. Kalau lu nggak... lu nggak setuju, lu nggak mau bekerja, lu duduk aja lihat baik-baik gitu loh," kata Prabowo

Baca Juga: Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

"Tapi kita terima kritik. Kita terima kritik. Kritik itu bagus, itu artinya koreksi, waspada. Kita kritik, kita mau terima kritik," sambung Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menerima kritik.

Load More