News / Metropolitan
Senin, 13 Juli 2026 | 13:33 WIB
Pesta kembang api menghiasi langit Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)
Baca 10 detik
  • Jakarta Fair Kemayoran 2026 resmi ditutup di JIExpo setelah berlangsung selama sebulan penuh sejak 11 Juni.
  • Pameran mencatat total 8,22 juta kunjungan serta menghasilkan nilai transaksi ekonomi fantastis sebesar Rp8,2 triliun rupiah.
  • Kegiatan ini melibatkan 2.800 peserta usaha serta berhasil menciptakan puluhan ribu lapangan kerja bagi masyarakat Jakarta.

Suara.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 resmi ditutup dengan capaian yang mencerminkan masih kuatnya daya beli masyarakat ibu kota. Selama sebulan penyelenggaraan, pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara itu membukukan transaksi hingga Rp8,2 triliun dan menarik 8,22 juta kunjungan.

Penutupan Jakarta Fair 2026 dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026), setelah pameran berlangsung sejak 11 Juni hingga 12 Juli 2026.

Rano menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa ekonomi Jakarta tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Capaian tersebut mencerminkan optimisme ekonomi Jakarta yang tetap terjaga. Pada triwulan pertama tahun 2026, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional," ujar Rano dalam keterangannya dikutip, Senin (13/7/2026).

Rano Karno di Balai Kota. (Suara.com/Adiyoga)

Penyelenggaraan Jakarta Fair tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Sepanjang pelaksanaannya, sebanyak 2.800 peserta mengisi lebih dari 1.800 stan yang menghadirkan beragam produk dari berbagai sektor usaha, mulai dari industri besar hingga ratusan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dari Jakarta maupun daerah lain.

Berdasarkan data panitia, jumlah pengunjung secara langsung telah melampaui enam juta orang. Sementara pencatatan akumulatif mencapai 8,22 juta kunjungan, atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Bagi Rano, Jakarta Fair tidak sekadar menjadi ajang pameran dagang tahunan, tetapi juga menggambarkan denyut perekonomian ibu kota.

"Jakarta Fair adalah miniatur Jakarta yang memperlihatkan bagaimana pemerintah, dunia usaha, UMKM, industri kreatif, dan masyarakat bergerak bersama menggerakkan roda perekonomian kota," katanya.

Baca Juga: Pramono Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling, Target 23 Ribu Sterilisasi di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta juga memperbesar ruang bagi pelaku usaha binaan Jakpreneur. Setelah melalui proses kurasi, sekitar 45 persen peserta UMKM yang mengikuti Jakarta Fair 2026 berasal dari program tersebut.

Langkah itu diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan daya saing pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang menembus pasar nasional hingga internasional.

Sementara Ketua Umum Panitia Jakarta Fair, Hartati Murdaya, menegaskan bahwa dampak penyelenggaraan JFK tidak hanya terlihat dari nilai transaksi, tetapi juga dari penciptaan lapangan kerja.

"Ajang ini berhasil menyerap puluhan ribu tenaga kerja, terhitung sejak masa persiapan hingga seluruh rangkaian pameran berlangsung," pungkasnya.

Load More