News / Internasional
Senin, 13 Juli 2026 | 12:50 WIB
Rudal Iran (Tanimnews)
Baca 10 detik
  • Angkatan Bersenjata Yordania sukses menghancurkan empat rudal milik Iran di wilayah udara mereka.

  • Amerika Serikat menggempur puluhan target militer Iran sebagai balasan atas penembakan kapal komersial.

  • Konflik bersenjata ini memicu alarm bahaya di Bahrain dan menaikkan harga minyak dunia.

Suara.com - Militer Yordania bergerak cepat menembak jatuh 4 rudal asal Iran yang melintasi zona udara mereka. Langkah tegas ini diambil di tengah eskalasi pertempuran yang kian membara antara Washington dan Tehran.

Penghancuran proyektil tersebut langsung diumumkan oleh angkatan bersenjata setempat melalui saluran berita resmi pemerintah pada Senin pagi waktu lokal. Tindakan defensif ini menjadi bukti nyata bahwa dampak pertempuran mulai meluas ke negara-negara tetangga.

Kantor Berita Yordania melaporkan pernyataan resmi dari pihak militer terkait keberhasilan operasi pertahanan udara tersebut.

Rudal Iran (Tasnimnews)

"Empat rudal yang memasuki wilayah udara Yordania dari wilayah Iran telah dicegat dan ditenggelamkan," ungkap lembaga tersebut.

Ketegangan di kawasan ini semakin tidak terkendali setelah militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan balasan kedua. Mereka membombardir puluhan posisi strategis milik tentara Iran selama dua malam berturut-turut.

Media pemerintah Iran menegaskan bahwa pasukan bersenjata mereka tidak tinggal diam dan langsung memberikan perlawanan sengit. Konflik terbuka ini dipicu oleh insiden pengadangan kapal komersial di jalur perairan strategis.

Juru bicara militer AS mengungkapkan bahwa jet tempur mereka bergerak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran menembaki kapal dagang. Jalur laut ini menjadi titik krusial bagi Tehran untuk memperkuat posisi tawar dalam berbagai negosiasi internasional.

Klaim sepihak mengenai otoritas lalu lintas maritim di wilayah tersebut terus diperdebatkan oleh Washington dan Tehran. Situasi semakin genting saat Iran balik mengincar pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah.

Kepanikan mulai menjalar ke beberapa negara teluk seiring meningkatnya intensitas serangan udara tersebut. Sirens tanda bahaya langsung berbunyi nyaring di Bahrain untuk memperingatkan warga akan potensi bahaya.

Baca Juga: Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup

Pada saat yang sama, komando militer Kuwait melaporkan bahwa pertahanan udara mereka mendeteksi adanya target udara asing yang mengancam.

Saling balas serangan ini langsung memukul sektor ekonomi global, khususnya pasar energi internasional. Harga minyak mentah jenis Brent dan minyak mentah AS melonjak tajam hingga melampaui tiga persen.

Lonjakan harga komoditas energi ini terjadi hanya dalam waktu singkat setelah rentetan serangan akhir pekan bergulir. Pasar global merespons negatif ketidakstabilan keamanan yang terjadi di jalur pasokan minyak terbesar dunia.

Peristiwa ini berakar dari perseteruan menahun antara Amerika Serikat dan Iran yang kerap melibatkan wilayah sekutu mereka. Ketegangan teranyar ini dipicu oleh perebutan pengaruh di jalur perdagangan laut internasional yang vital bagi ekonomi dunia.

Load More