-
Angkatan Bersenjata Yordania sukses menghancurkan empat rudal milik Iran di wilayah udara mereka.
-
Amerika Serikat menggempur puluhan target militer Iran sebagai balasan atas penembakan kapal komersial.
-
Konflik bersenjata ini memicu alarm bahaya di Bahrain dan menaikkan harga minyak dunia.
Suara.com - Militer Yordania bergerak cepat menembak jatuh 4 rudal asal Iran yang melintasi zona udara mereka. Langkah tegas ini diambil di tengah eskalasi pertempuran yang kian membara antara Washington dan Tehran.
Penghancuran proyektil tersebut langsung diumumkan oleh angkatan bersenjata setempat melalui saluran berita resmi pemerintah pada Senin pagi waktu lokal. Tindakan defensif ini menjadi bukti nyata bahwa dampak pertempuran mulai meluas ke negara-negara tetangga.
Kantor Berita Yordania melaporkan pernyataan resmi dari pihak militer terkait keberhasilan operasi pertahanan udara tersebut.
"Empat rudal yang memasuki wilayah udara Yordania dari wilayah Iran telah dicegat dan ditenggelamkan," ungkap lembaga tersebut.
Ketegangan di kawasan ini semakin tidak terkendali setelah militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan balasan kedua. Mereka membombardir puluhan posisi strategis milik tentara Iran selama dua malam berturut-turut.
Media pemerintah Iran menegaskan bahwa pasukan bersenjata mereka tidak tinggal diam dan langsung memberikan perlawanan sengit. Konflik terbuka ini dipicu oleh insiden pengadangan kapal komersial di jalur perairan strategis.
Juru bicara militer AS mengungkapkan bahwa jet tempur mereka bergerak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran menembaki kapal dagang. Jalur laut ini menjadi titik krusial bagi Tehran untuk memperkuat posisi tawar dalam berbagai negosiasi internasional.
Klaim sepihak mengenai otoritas lalu lintas maritim di wilayah tersebut terus diperdebatkan oleh Washington dan Tehran. Situasi semakin genting saat Iran balik mengincar pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah.
Kepanikan mulai menjalar ke beberapa negara teluk seiring meningkatnya intensitas serangan udara tersebut. Sirens tanda bahaya langsung berbunyi nyaring di Bahrain untuk memperingatkan warga akan potensi bahaya.
Baca Juga: Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup
Pada saat yang sama, komando militer Kuwait melaporkan bahwa pertahanan udara mereka mendeteksi adanya target udara asing yang mengancam.
Saling balas serangan ini langsung memukul sektor ekonomi global, khususnya pasar energi internasional. Harga minyak mentah jenis Brent dan minyak mentah AS melonjak tajam hingga melampaui tiga persen.
Lonjakan harga komoditas energi ini terjadi hanya dalam waktu singkat setelah rentetan serangan akhir pekan bergulir. Pasar global merespons negatif ketidakstabilan keamanan yang terjadi di jalur pasokan minyak terbesar dunia.
Peristiwa ini berakar dari perseteruan menahun antara Amerika Serikat dan Iran yang kerap melibatkan wilayah sekutu mereka. Ketegangan teranyar ini dipicu oleh perebutan pengaruh di jalur perdagangan laut internasional yang vital bagi ekonomi dunia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Guru Ungkap Isi Pesan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Begini Isinya
-
Modus Tanya Izin Berujung Palak Rp300 Ribu, Oknum Satpol PP DKI Terancam Sanksi Berat
-
Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah Dinilai Layak Diambil Alih KPK? Ini Penjelasan Pakar
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Bantah Hoaks Penolakan, Habiburokhman Tegaskan DPR 'Gaspol Pakai Turbo' Bahas RUU Perampasan Aset
-
Pakar: Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung Tak Punya Dasar Hukum, Hanya Redam Konflik Institusi
-
Iran Ngamuk Lagi, Kuwait Dibombardir Hancurkan Tanki Bahan Bakar Militer AS
-
Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Berisiko Mandek, Pukat UGM Desak KPK Ambil Alih
-
Riset ITS Kembangkan Bensin Sawit: Seberapa Besar Peluangnya Menggantikan BBM Fosil?
-
Ancaman Bom Warnai Hari Pertama MPLS, Pemprov DKI Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi