News / Metropolitan
Senin, 13 Juli 2026 | 16:03 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur Pramono mengonfirmasi adanya ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.
  • Tim Gegana dan Densus 88 melakukan penyisiran menyeluruh namun tidak menemukan bukti adanya bom di lokasi sekolah.
  • Pemerintah memastikan kegiatan belajar tetap berjalan serta meminta aparat mendalami motif pelaku di balik ancaman teror tersebut.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara soal ancaman bom yang menggegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

"Kebetulan saya tadi sudah berkomunikasi dengan seluruh jajaran yang ada di Balai Kota. Memang betul, di SD Negeri 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, ada yang melakukan ancaman," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.

Ancaman tersebut dikirim melalui pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal, dan menyebutkan bom telah dipasang di 11 titik di lingkungan sekolah.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Gegana Polri dan Densus 88 Antiteror diterjunkan untuk melakukan penyisiran menyeluruh di area sekolah.

Pramono memastikan hasil pengecekan tim gabungan tidak menemukan bukti yang mendukung ancaman itu.

"Ketika dilakukan pengecekan, kemudian ada Densus 88 dan juga tim Gegana, ternyata tidak ada seperti yang disampaikan," ujarnya.

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026) diwarnai kepanikan akibat ancaman bom. (Suara.com/Adiyoga/ ist)

Meski demikian, Pramono tetap mendorong pihak berwenang untuk mendalami motif pelaku yang menyebarkan ancaman tersebut.

"Kami akan tetap meminta untuk orang yang melakukan teror menggunakan isu ini untuk didalami," pinta eks Sekretaris Kabinet itu.

Selain itu Pramono juga menekankan kegiatan belajar-mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 harus tetap berjalan seperti biasa.

Baca Juga: Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

"Sekali lagi, tentunya sekolah ini tetap kami adakan. Jangan kemudian karena ini hari pertama ada yang menakut-nakuti, terus kemudian kita semua takut," tuturnya.

Kendati ancaman dinyatakan tidak terbukti, Pramono sekali lagi meminta semua pihak tetap mengedepankan kewaspadaan.

Sembari berharap, peristiwa seperti hari ini ke depannya tidak terulang lagi di waktu yang berbeda.

"Tapi kita tetap waspada untuk itu," pungkas sang politisi senior.

Load More