- Kemensos mencabut bantuan sosial bagi kelompok masyarakat tidak layak, seperti ASN, pegawai BUMN, dan pelaku judi online.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan konsolidasi data bersama BPS agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan akurat.
- Pemerintah menindak tegas hampir 600 ribu penerima bantuan yang terdeteksi aktif bermain judi online berdasarkan temuan PPATK.
Suara.com - Kementerian Sosial mencabut pemberian bansos kepada sejumlah kelompok masyarakat yang tercatat sebagai negative list, di antaranya pemain judi online (judol), pegawai ASN dan pegawai BUMN. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan kalau pihaknya terus lakukan konsolidasi penyesuaian bansos agar tepat sasaran sesuai dengan data yang terus diperbatui oleh Badan Statistik Nasional (BPS).
"Yang masuk negative list ya tidak kita salurkan lagi. Misalnya yang judol, yang ASN, pegawai BUMN. Ini kan kita konsolidasi terus itu. Ini terus kita lakukan. Dan yang naik kelas juga enggak, yang salah sasaran juga enggak kita salurkan," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ia menekankan bahwa Kemensos akan selalu bersikap tegas terhadap penerima bansos yabg justru menggunakan bantuan negara untuk bermain judol. Berdasarkan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2025 disampaikan bahwa hampir 600 ribu penerima bansos terdeteksi aktif bermain judol.
Dari jumlah tersebut, hanya puluhan ribu di antaranya yang tetap disalurkan bansosnya sambil dilakukan pengawasan.
"Ada beberapa yang tetap kita salurkan, tapi kita awasi. Sampai sekarang belum ada laporan lagi. Tapi sebagian besar yang main judol sudah kita tidak salurkan lagi, kemarin itu kan ada hampir 600 ribu kemudian sekitar puluhan ribu aja yang kita tetap salurkan karena setelah diverifikasi benar-benar membutuhkan," ujarnya.
"Tapi dengan catatan tidak boleh mengulang lagi untuk main judul. Mungkin karena mereka enggak tahu atau cuma main-main dan lain sebagainya yang mungkin juga enggak besar, seribu-dua ribu," lanjut Gus Ipul.
Gus Ipul menegaskan, apabila terdeteksi masih mengulangi kesalahan yang sama, maka bansos akan sepenuhnya dicabut.
"Setelah kita lihat memang dia butuh bansos ya kita tetap salurkan setelah melakukan projek. Tapi jika ini diulang lagi kita tidak akan berikan lagi selamanya," tegasnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa uang tunai dari bansos tidak boleh digunakan di luar kebutuhan sehari-hari seperti membeli makanan. Selain untuk judol, bansos juga tidak boleh untuk membayar utang juga membeli rokok.
Baca Juga: Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Viral Dinilai Hina Gereja di Inggris, Dokter Kecantikan Anggi Aprilyani Dilaporkan ke Polda Metro
-
Gubernur Bobby Nasution Tegaskan Komite Sekolah Jangan Jadi Beban Peserta Didik
-
Bukan Emas Biasa, KPK Ajak Ahli Antam dan Pegadaian Cek 55 Kg Platinum Bupati Langkat
-
Asabri hingga PLTU, 3 Kasus yang Jerat Eks Jampidsus Febrie Sebabkan Negara Rugi Rp34,6 Triliun!
-
Hindari Kesan Tebang Pilih, Kejagung Diminta Tak Beri Perlakuan Khusus pada Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI
-
Niat Selamatkan Surat Berharga, Detik-detik Nenek di Pulogadung Tewas Terbakar Bersama Anak dan Cucu
-
Cegah Konflik Kepentingan, Legislator Desak Perombakan Penyidik Jampidsus di Kasus Febrie Adriansyah
-
Jalan Kebon Sirih Menyempit Jadi Dua Lajur, Kemacetan Mengular Hampir 1 Kilometer
-
Hinca Panjaitan Tegaskan Penyerahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Tak Tabrak KUHAP