- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan mengejar pajak orang kaya hingga bangkrut demi penerimaan negara.
- Pemerintah fokus memperluas basis pajak melalui sektor e-commerce tanpa menaikkan tarif pajak yang sudah berlaku saat ini.
- Purbaya berencana menyasar sektor potensial lain untuk meningkatkan penerimaan negara meskipun belum mengumumkan detail sektor tersebut secara publik.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa enggan memburu penerimaan pajak dari orang kaya di Indonesia. Jika mereka sudah membayar pajak, maka Purbaya bakal membiarkannya.
"Enggak dikejar tapi biasa saja. Kalau sudah bayar ya sudah. Saya enggak akan ngejar-ngejar orang kaya," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (15/7/2026).
Ia juga memastikan tidak mencari-cari pajak dari orang kaya hingga bangkrut demi mengejar penerimaan negara.
"Orang kaya saya periksa semuanya sampai dia bangkrut, enggak begitu. Jadi saya enggak akan motong angsa emasnya. Saya akan ngumpulin telurnya," lanjut dia.
Menkeu Purbaya mengakui kalau Pemerintah saat ini memang ingin memperluas basis penerimaan pajak. Kendati begitu dia tidak akan menaikkan tarif pajak yang sudah ada.
Sebagai contoh, Purbaya baru saja mengumumkan kebijakan pungut pajak e-commerce dari para pedagang online di marketplace. Sebab sebelumnya mereka dianggapnya tidak membayar pajak.
"Mau kita adalah tidak menaikkan tarif pajak, tapi yang harus bayar pajak ya bayar. Jadi itu maksudnya ekstensifikasi. Untuk mencari yang tadinya harusnya bayar pajak enggak bayar, jadi bayar. Kalau uang saya lebih banyak kan nanti kita bisa salurkan lebih banyak ke masyarakat lagi," papar dia.
Lebih lanjut Bendahara Negara mengaku sudah mengantongi sektor mana saja yang akan menjadi perluasan basis pajak. Namun dia masih enggan mengumumkannya ke publik.
"Saya tau, saya tau sektor-sektor mana. Tapi nanti saya diskusi yang lebih dalam dulu ya," jelas Purbaya.
Baca Juga: Tak Sesuai UUD 45, Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Tak Capai 20%
Berita Terkait
-
Tak Sesuai UUD 45, Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Tak Capai 20%
-
Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali
-
Paradoks Negeri Tambang: Kaya Sumber Daya, tapi Bergantung pada Pajak
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Penyidik Polri Antar Lagi Bukti Kasus Febrie Adriansyah, Ada Bingkai Berbalut Seprai MU
-
Terdakwa Terakhir Kasus Bea Cukai Segera Disidang, KPK Limpahkan Berkas ke Pengadilan Tipikor
-
Pendidikan Dianaktirikan: Mengapa Indonesia Masih Pelit Investasi pada Otak Rakyatnya?
-
Prabowo Sambangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
-
51 Saksi Diperiksa, Kejari Buka Suara Soal Belasan Anggota DPRD di Kasus Lampu Jalan Palembang
-
Satu Keluarga Palestina Tewas Dibom Israel di Deir el-Balah Jalur Gaza
-
Rekam Jejak Kuntadi, 'Algojo' Kasus Timah Harvey Moeis Kini Jadi Calon Kuat Jampidsus
-
Tersingkirnya Prancis dan Penegasan Hakiki Sepak Bola Harus Dimainkan Secara Kolektif
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula di Indonesia
-
Purbaya Lawan Balik Penggugat Patriot Bond Danantara, Siapkan Ahli Hukum