- Kemdiktisaintek menekankan perlunya perguruan tinggi di Indonesia beradaptasi dengan cepat menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja hingga tahun 2030.
- Laporan Future of Jobs 2025 memprediksi perubahan signifikan keterampilan kerja serta munculnya banyak profesi baru akibat perkembangan teknologi.
- Pemerintah menargetkan penguatan tata kelola dan kualitas Perguruan Tinggi Swasta guna mencetak sumber daya manusia unggul bagi bangsa.
Suara.com - Perubahan kebutuhan dunia kerja dalam beberapa tahun ke depan dinilai menjadi tantangan besar bagi perguruan tinggi di Indonesia.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengingatkan kampus harus mampu beradaptasi agar dapat menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengungkapkan, berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025, sekitar 39 persen keterampilan inti yang dimiliki pekerja saat ini diperkirakan akan berubah atau bahkan menjadi usang pada 2030.
Selain itu, laporan tersebut juga memproyeksikan akan muncul sekitar 170 juta pekerjaan baru, sementara 92 juta jenis pekerjaan yang ada saat ini diperkirakan hilang akibat perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Menurut Fauzan, kondisi tersebut menjadi sinyal bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kemampuan beradaptasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan tuntutan zaman.
"Peradaban tidak pernah runtuh karena perubahan, tetapi karena gagal membaca perubahan. Maka, perguruan tinggi yang akan bertahan adalah perguruan tinggi yang adaptif dan bergerak sesuai dengan zamannya," kata Fauzan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/7/2026).
Fauzan mengatakan, tantangan tersebut juga dihadapi oleh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang selama ini memegang peran besar dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), sekitar 63 persen atau sekitar 2.713 perguruan tinggi di Indonesia dikelola oleh swasta. Sementara itu, lebih dari 4 juta mahasiswa menempuh pendidikan di PTS.
Karena itu, ia menilai penguatan kualitas dan daya adaptasi PTS menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja di masa depan.
Baca Juga: Syarat Segunung, Nasib Menggantung: Wajah Birokratis Rekrutmen di Indonesia
Fauzan menambahkan, pemerintah juga tengah memperkuat tata kelola pendidikan tinggi melalui pendekatan pembinaan yang lebih proporsional dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perguruan tinggi.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kapasitas PTS secara efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan pendidikan tinggi tidak boleh dipandang sebagai sebuah bisnis semata, melainkan sebagai sarana mencetak sumber daya manusia unggul yang akan menentukan kemajuan bangsa.
Menurut Brian, perguruan tinggi perlu terus menghasilkan riset dan inovasi yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus menjawab berbagai tantangan global.
"Pendidikan adalah untuk mencetak talenta unggul Indonesia yang akan menjadi tulang punggung kemajuan bangsa. Kalau kita bertahan dan melakukan inovasi, turbulensi yang dialami justru akan memperkuat kita," ujar Brian.
Berita Terkait
-
Dody Hanggodo Jadi Sorotan: Koleksi Kendaraannya Jauh Lebih Mewah dan Baru Dibanding "Pak Bas"
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
Syarat Segunung, Nasib Menggantung: Wajah Birokratis Rekrutmen di Indonesia
-
Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak
-
Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup? Fenomena Hustle Culture di Kalangan Gen Z
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Siap-siap! 92 Juta Pekerjaan Bakal Hilang, Kemdiktisaintek Minta Kampus Segera Berubah
-
Survei: Meski Pagi Terasa Hectic, 7 dari 10 Ibu Tetap Menyiapkan Bekal untuk Anak
-
Bagaimana Cara Memilih Perhiasan Sesuai Zodiak Taurus?
-
Pengadaan Kipas Angin 1,8 T untuk KDMP: Potret Buram Akuntabilitas Anggaran
-
Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!
-
3 Parfum Mykonos Wangi Gourmand yang Manis dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli
-
3 Rekomendasi Pasta Dempul Ajaib untuk Tambal Tembok Rumah yang Retak, Cuman Rp20 Ribuan
-
Tampang Bak BMW Harga di Bawah Brio, Intip Pesona Skoda Slavia
-
Ulasan Novel Gagal Menjadi Manusia: Karya Paling Kelam Osamu Dazai
-
Bengis! Bocah 4 Tahun di Bekasi Tewas Disiksa Ibu Tiri Pakai Gayung dan Sikat Gigi