-
Amerika Serikat membombardir enam wilayah strategis di Iran selama enam malam berturut-turut.
-
Serangan udara tersebut menewaskan dua orang dan menghancurkan dua jembatan logistik penting.
-
Fasilitas bandara di Iranshahr dan pusat industri Ahvaz turut menjadi sasaran rudal Amerika.
Suara.com - Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara berturut-turut selama enam malam terakhir ke sejumlah wilayah strategis Iran. Gempuran bom ini menyasar kawasan selatan dan pesisir pantai negara tersebut sepanjang Kamis malam.
Rentetan ledakan hebat langsung mengguncang zona ekonomi dan fasilitas transportasi di area konflik. Jalur logistik utama yang menghubungkan antar-kota besar kini dilaporkan mengalami kelumpuhan total.
Dua jembatan penghubung di Kabupaten Khamir hancur akibat hantaman rudal dari jet tempur Amerika. Fasilitas yang roboh meliputi Jembatan Geryveh dan Jembatan Kahurestan sebagai akses vital menuju kota Shiraz.
Dilaporkan CNN Internasional, otoritas medis melaporkan dua orang tewas dan empat warga lainnya mengalami luka-luka serius. Korban jiwa berjatuhan setelah peluru kendali menghantam kawasan pelabuhan Bandar Khamir yang padat aktivitas.
Insiden berdarah di wilayah pelabuhan ini dikonfirmasi langsung oleh kantor berita resmi pemerintah Iran, IRNA.
Delapan ledakan besar juga menggelegar di dekat Desa Masan yang berada di Pulau Qeshm. Wilayah kepulauan di Selat Hormuz ini mendadak tegang setelah jet tempur terlihat melintas rendah.
Sementara itu, wilayah perairan Teluk Persia ikut membara akibat serangan udara yang menyasar kota Bushehr. Gubernur Bushehr membenarkan adanya dua dentuman keras yang terdengar dari arah kota pelabuhan tersebut.
Gelombang serangan udara ini juga menyasar pinggiran Ahvaz yang dikenal sebagai pusat industri utama Khuzestan. Pusat ekonomi strategis di barat daya Iran ini menjadi sasaran empuk proyektil militer Amerika.
Pihak keamanan Khuzestan menyatakan bahwa otoritas setempat tengah melakukan penilaian menyeluruh di lokasi kejadian. Rincian mengenai kerusakan dan langkah balasan akan segera diumumkan setelah investigasi selesai dilakukan.
Baca Juga: Diduga Korban Bullying, Pelajar di MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari Media Sosial
Hantaman proyektil dari pasukan asing ini menambah panjang daftar kerusakan fasilitas publik di Iran.
Kondisi mencekam turut melanda kawasan bandara udara domestik di wilayah Iranshahr yang berbatasan dengan Pakistan. Penduduk sekitar dikagetkan oleh getaran kuat dan suara ledakan keras tepat pukul 11 malam.
Tiga proyektil menghantam kawasan bandar udara hingga menyebabkan kerusakan masif pada beberapa fasilitas penerbangan. Pejabat berwenang memastikan sebuah proyektil milik militer Amerika Serikat mendarat tepat di area sekitar bandara.
Di lokasi lain, sekitar enam ledakan berturut-turut terdengar menggema di sekitar wilayah Kabupaten Hamidiyeh. Lembaga penyiaran resmi Iran, IRIB, melaporkan bahwa dentuman tersebut memicu kepanikan massal warga setempat.
Hingga saat ini, Amerika Serikat masih terus membombardir wilayah pesisir tanpa tanda-tanda gencatan senjata. Peta kekuatan militer di Timur Tengah semakin memanas seiring meluasnya titik target serangan udara.
Serangan udara masif ini merupakan bagian dari operasi militer Amerika Serikat yang telah berlangsung selama enam hari. Fokus serangan ditujukan untuk melemahkan infrastruktur pertahanan dan pelabuhan internasional di sepanjang pesisir Iran.
Konflik bersenjata ini memicu kekhawatiran global terkait stabilitas pasokan energi dunia melalui Selat Hormuz. Jalur perdagangan internasional tersebut kini berada dalam status bahaya tinggi akibat aktivitas jet tempur asing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Warga Jaksel dan Jaktim Harap Bersiap, Hujan Ringan Diprediksi Turun Jumat Malam
-
6 Malam 6 Wilayah Iran Hancur Dibom Amerika Serikat
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP