News / Internasional
Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:30 WIB
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Serangan udara Amerika Serikat di Bandar Abbas menewaskan seorang ibu dan melukai bayinya.

  • Otoritas Iran terpaksa membatasi operasional kereta api akibat hancurnya infrastruktur transportasi Hormozgan.

  • Agresi militer AS menghancurkan berbagai fasilitas logistik, bandara, radar, dan pusat energi vital.

Target krusial berikutnya adalah Pulau Qeshm yang tercatat sebagai pulau terbesar di sekitar Selat Hormuz. Pulau ini memiliki arti penting dalam perdagangan maritim, aktivitas komersial, serta pengawasan Selat Hormuz.

Serangan udara ini meluas hingga ke Ahvaz yang terletak jauh di wilayah Provinsi Khuzestan. Kota ini merupakan salah satu pusat industri paling penting di Iran dengan signifikansi besar.

Ahvaz memegang peranan vital karena menjadi rumah bagi ladang minyak dan infrastruktur energi nasional. Gangguan pada kota industri ini dipastikan bakal memukul stabilitas perekonomian domestik Iran secara signifikan.

Agresi militer ini ditutup dengan ledakan di wilayah pesisir Provinsi Bushehr yang menghadap Teluk Persia. Wilayah tersebut memiliki arti penting dalam aktivitas maritim, infrastruktur energi, serta konektivitas regional.

Ketegangan antara kedua negara ini diperkirakan akan terus meningkat pasca-hancurnya fasilitas energi tersebut. Warga sipil kini menjadi pihak yang paling menderita akibat rusaknya fasilitas publik sehari-hari.

Load More