38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:54 WIB
Serangan AS ke Pulau Kharg kini berisiko 'membunuh diri'. Pakar mengungkapkan strategi baru Iran yang bisa menghancurkan ekonomi dan militer Washington lewat serangan balasan. [Dok. X/@DropSiteNews]
  • Sebanyak 38 warga Iran tewas dan 400 terluka akibat kegagalan total gencatan senjata Swiss.

  • Jalur pelayaran internasional Selat Hormuz resmi ditutup total bagi seluruh lalu lintas maritim.

  • Pasukan IRGC Iran membalas dengan menghancurkan radar, gudang senjata, dan pusat komando AS.

Pasukan IRGC menghancurkan pusat komando operasi khusus militer Amerika Serikat di pangkalan al-Tanf.

Fasilitas militer strategis yang berada di wilayah Suriah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

Sayap militer Iran ini juga melumpuhkan instalasi pemantau pergerakan udara di kawasan regional Oman.

Radar kontrol udara Amerika Serikat di wilayah Ghanim Oman dipastikan hancur total akibat gempuran tersebut.

Komando pertahanan pantai Oman ikut menjadi sasaran penghancuran fasilitas radar kontrol maritim internasional.

Eskalasi konflik bersenjata ini mencuat setelah pertemuan bilateral tingkat tinggi kedua negara di Swiss.

Pertemuan pada 22 Juni tersebut awalnya memproyeksikan periode negosiasi damai selama 60 hari penuh.

Namun, ambisi meredam ketegangan tersebut kandas akibat aksi saling serang di jalur Selat Hormuz.

Kini, Selat Hormuz yang membelah wilayah Iran dan Oman lumpuh total dari aktivitas pelayaran dunia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com