-
Sebanyak 38 warga Iran tewas dan 400 terluka akibat kegagalan total gencatan senjata Swiss.
-
Jalur pelayaran internasional Selat Hormuz resmi ditutup total bagi seluruh lalu lintas maritim.
-
Pasukan IRGC Iran membalas dengan menghancurkan radar, gudang senjata, dan pusat komando AS.
Suara.com - Hujan tembakan militer Amerika Serikat pasca-pertemuan Swiss memicu runtuhnya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
Insiden berdarah ini menewaskan sedikitnya 38 orang dan melukai lebih dari 400 korban lainnya.
Runtuhnya komitmen damai tersebut terjadi hanya berselang 1 pekan setelah kedua belah pihak menyepakati negosiasi 60 hari.
Dikutip dari Al Jazeera, krisis regional kini semakin meruncing seiring penutupan total jalur maritim internasional di Selat Hormuz.
Aksi saling balas jet tempur dan artileri berat terus membara di berbagai titik strategis Timur Tengah.
Angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menggempur helikopter serta pesawat pengintai milik militer Amerika Serikat.
Serangan agresif ini menyasar pangkalan udara Sakhir yang berlokasi di wilayah kedaulatan Bahrain.
Di sisi lain, sekutu regional mulai merasakan dampak buruk langsung dari eskalasi bersenjata ini.
Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan seorang anak terluka akibat terkena serpihan peluru pecahan rudal.
Baca Juga: Barbar! Serangan AS Sasar Bangunan Dekat RS Kanker Anak di Iran, 211 Pasien Dievakuasi
Cedera tersebut terjadi saat pasukan pertahanan udara Qatar mencegat beberapa serangan udara dari Iran.
Militer Iran melancarkan serangan drone yang menghantam pusat logistik dan pangkalan penempatan pasukan Amerika Serikat.
Operasi tersebut dikabarkan berhasil membidik infrastruktur pertahanan sekutu di wilayah kedaulatan Kuwait.
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi penghancuran radar sistem pertahanan udara Amerika Serikat.
Mereka juga mengklaim menghancurkan depot senjata utama serta 2 peluncur rudal taktis permukaan-ke-permukaan HIMARS.
Langkah ofensif ini menandai perluasan front pertempuran secara masif ke wilayah-wilayah negara tetangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026