News / Nasional
Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:24 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen (Purn) TNI Trenggono usai RDP bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono, mengklarifikasi keluhan mitra terkait pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis di Jakarta.
  • BGN menghentikan sementara pembangunan 27.000 titik dapur untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar program lebih tepat sasaran nasional.
  • Mitra program memprotes kebijakan kemitraan yang dinilai tidak adil dan mengancam penghentian operasional jika tuntutan mereka diabaikan.

Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen (Purn) TNI Trenggono, memberikan klarifikasi terkait keluhan para mitra terkait dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Trenggono menjelaskan bahwa agenda utama RDP tersebut adalah pembahasan mengenai anggaran tahun 2025 yang telah mencapai kesepakatan.

Namun, ia tidak menampik adanya dinamika terkait aspirasi dan keluhan dari para mitra kerja BGN yang muncul belakangan ini.

"Ada keluhan dari mitra, ya datang ke sini untuk menyampaikan unek-uneknya dan sebagainya. Ada yang ditanyakan juga tadi dari Komisi IX," ujar Trenggono di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Menanggapi isu penghentian program pembangunan dapur baru yang memicu kekhawatiran mitra, Trenggono menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara.

Potret dapur MBG (bgn.go.id)

Langkah ini diambil demi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap puluhan ribu titik sasaran program di seluruh Indonesia.

"Penghentian sementara ini bukan seterusnya, jadi penghentian sementara. Kita berikan waktu dong untuk menata kembali," tegasnya.

Trenggono memaparkan bahwa terdapat setidaknya 27.000 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sedang dalam proses peninjauan ulang, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penataan ini dianggap krusial agar pelaksanaan program ke depan lebih tepat sasaran.

Baca Juga: Perbaiki Tata Kelola MBG, Pimpinan BGN Diminta Jangan Bikin Masalah Baru

"Sejumlah 27.000 sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali. Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya," tambahnya.

Terkait komunikasi dengan para mitra yang dianggap tersumbat, pihak BGN memastikan tetap terbuka untuk berdiskusi.

Trenggono meminta para mitra untuk bersabar hingga proses penataan internal selesai dilakukan agar dialog yang terbangun nantinya bisa berjalan efektif.

"Bukannya kita tidak mau berkomunikasi, tidak. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, salah satu keluhan seperti disampaikan Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Syawaluddin.

Ia meluapkan kekecewaan mendalam terhadap pola kemitraan yang dinilai tidak adil dan tidak sejajar antara pihak mitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Load More