- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan seluruh legislator tetap menjalankan fungsi legislasi selama masa reses berlangsung.
- DPR RI memprioritaskan pembahasan rancangan undang-undang strategis, termasuk RUU Perampasan Aset, untuk menjawab berbagai persoalan krusial nasional.
- Legislator juga fokus membahas RUU Satu Data, Ketenagakerjaan, dan Pemilu guna meningkatkan efisiensi birokrasi serta kualitas demokrasi nasional.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan seluruh legislator tak akan berleha-leha pada masa reses. Selain menyerap aspirasi publik di daerah pemilihan masing-masing, mereka juga akan tetap menjalankan fungsi legislasi.
Dasco menegaskan, mesin legislasi tetap panas pada masa reses, dengan tetap melanjutkan pembahasan sejumlah rancangan undang-undang yang dianggap krusial dan mendesak bagi kepentingan nasional.
"Masa reses bukan menjadi penghalang bagi anggota DPR untuk menyelesaikan PR. Komisi-komisi tetap berkomitmen melanjutkan pembahasan draf regulasi strategis," kata Dasco, Selasa (21/7/2026).
Langkah ini diambil agar aspirasi dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dapat segera menemukan solusi hukum yang pasti.
Prioritas RUU Perampasan Aset: Mengunci Celah Korupsi
Salah satu agenda yang paling menyedot perhatian publik, terutama generasi muda dan kelompok aktivis antikorupsi, adalah RUU Perampasan Aset.
DPR menyadari, kata Dasco, regulasi ini menjadi instrumen vital dalam upaya pembersihan praktik rasuah di tanah air.
Fokus utama dari RUU ini adalah, memperkuat otoritas negara untuk mengembalikan aset-aset yang berasal dari tindak pidana ke kas negara secara lebih efisien.
Dasco menjelaskan, semakin cepat aset negara dipulihkan, maka dampak positifnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat melalui pembiayaan pembangunan dan peningkatan layanan publik.
Baca Juga: Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna
Dalam proses pembahasannya selama reses, DPR berkomitmen untuk tetap membuka ruang partisipasi publik yang luas.
Hal ini dilakukan agar regulasi yang dihasilkan nantinya tidak hanya tajam dalam penegakan hukum, tetapi juga akuntabel dan efektif dalam implementasinya.
Digitalisasi Birokrasi melalui RUU Satu Data
Selain isu hukum dan korupsi, DPR juga memberikan atensi besar pada transformasi digital pemerintahan melalui RUU Satu Data.
"Publik harus memahami, integrasi data pemerintah adalah kebutuhan mutlak untuk efisiensi birokrasi," kata Dasco.
Melalui regulasi ini, DPR menargetkan adanya sistem data yang terintegrasi secara nasional. Harapannya, tidak ada lagi tumpang tindih data yang menghambat penyaluran bantuan sosial (bansos) atau memperlambat layanan publik.
Tag
Berita Terkait
-
Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna
-
Soal Kuntadi Jadi Jampidsus, Dasco: Itu Kewenangan Presiden
-
RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau
-
Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses
-
Dinilai Berkonotasi Negatif, Istilah Perampasan Aset Diusulkan Berganti Nama Jadi Asset Recovery
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan