News / Nasional
Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:26 WIB
Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Donny Ermawan. [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Pemerintah era Presiden Prabowo meluncurkan Universitas Republik Indonesia dengan skema beasiswa penuh dari APBN.
  • Gubernur URI Donny Ermawan menyatakan seluruh biaya akademik mahasiswa ditanggung negara hingga lulus kuliah.
  • Pemerintah menargetkan pembangunan sepuluh kampus URI strategis untuk pemerataan akses pendidikan berkualitas Indonesia.

Suara.com - Pemerintah secara resmi memperkenalkan Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai terobosan baru dalam ekosistem pendidikan tinggi di tanah air.

Kehadiran URI yang digagas di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini mungkin memicu pertanyaan di tengah masyarakat: Apakah kuliah di Universitas Republik Indonesia akan digratiskan?

Skema Biaya di URI

URI tidak diposisikan sebagai perguruan tinggi negeri biasa yang menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Berdasar keterangan dari Donny Ermawan selaku Gubernur URI, ia menyebut perkuliahan di institusi ini akan diselenggarakan dengan skema beasiswa.

Beasiswa itu akan menanggung seluruh kebutuhan akademik para peserta didik hingga lulus.

"Beasiswa, beasiswa semuanya," jawabnya usai pelantikan pada Rabu (22/7/2026) di Istana Negara.

Terkait anggaran, Donny mengatakan pemerintah masih menyusun kebutuhan pembiayaan URI. Tapi ia memastikan bahwa pendanaan lembaga tersebut sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Oh ya, jelas dari APBN," tegasnya.

Rencana Pembangunan 10 Kampus

Pemerintah menargetkan pembangunan sepuluh kampus Universitas Republik Indonesia di berbagai wilayah strategis tanah air.

Baca Juga: Mensesneg Ungkap Rencana Pembangunan 10 Universitas Republik Indonesia, Lahan Sedang Dicek

Pembangunan perdana dijadwalkan berlangsung di wilayah Cikasungka, Bogor Utara, Jawa Barat.

Lokasi pengembangan pertama tersebut memanfaatkan lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara yang sudah tidak produktif.

Pemilihan lokasi ini dinilai efisien sekaligus mendukung optimalisasi aset negara untuk sektor pendidikan.

Penyebaran sepuluh kampus di berbagai kawasan diharapkan dapat memeratakan akses pendidikan berkualitas tinggi bagi generasi muda di seluruh Indonesia.

Kehadiran fasilitas modern di setiap lokasi kampus akan menunjang proses belajar mengajar secara optimal.

Load More