News / Internasional
Senin, 27 Juli 2026 | 10:52 WIB
Polisi Jerman menembak mati Abdul Ballout, tersangka serangan teror mobil di parade Pride Berlin. (Kepolisian Berlin)
Baca 10 detik
  • Polisi Jerman menembak mati Abdul Ballout, pelaku penabrakan parade Pride di Berlin.

  • Pelaku tewas saat menyerang polisi menggunakan senjata tajam di kawasan Spandau.

  • Tragedi penabrakan mobil tersebut menewaskan satu orang dan melukai 29 korban lainnya.

Suara.com - Pengejaran intensif selama 24 jam terhadap pelaku teror mematikan di pusat kota Berlin akhirnya berakhir secara drastis.

Aparat kepolisian menembak mati buronan utama yang mendalangi aksi penabrakan kerumunan massa dalam perayaan Pride Parade Gay.

Langkah tegas ini diambil saat tersangka melakukan perlawanan brutal menggunakan senjata tajam ketika hendak ditangkap.

Abdul Ballout, penabrak kerumunan di Christopher Street Day (The Times)

Penindakan hukum tersebut mengakhiri ancaman bahaya dari sosok radikal yang sempat memicu ketakutan massal di ibu kota Jerman.

Insiden berdarah ini memunculkan sorotan tajam terkait efektivitas pengawasan aparat terhadap residivis kasus radikalisme.

Ibu kota Jerman mendadak mencekam setelah tersangka utama berinisial Abdul Ballout berhasil dilumpuhkan di wilayah Spandau.

Pria berkewarganegaraan Jerman keturunan Lebanon itu tewas di lokasi kejadian setelah menantang petugas yang mengepungnya.

"Sekitar pukul 18.00 (16.00 GMT), tersangka yang terlibat dalam serangan kemarin di Tiergarten ditemukan di kompleks perkebunan di Spandau," tulis kepolisian Berlin di media sosial, dikutip dari Al Jazeera, Senin pagi.

Petugas sempat berupaya memberikan pertolongan medis darurat, namun nyawa pelaku tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos

"Berdasarkan temuan awal, dia berlari ke arah petugas sambil membawa senjata tajam; polisi... selanjutnya melepaskan tembakan. Meskipun ada upaya resusitasi langsung oleh Dinas Pemadam Kebakaran Berlin, dia tewas di tempat kejadian," lanjut pernyataan resmi kepolisian.

Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt mengonfirmasi bahwa pelaku memiliki riwayat kejahatan yang sangat panjang.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh bukti petunjuk mengarah kuat pada aksi terorisme berbasis paham ekstremis.

"Semua yang kita lihat di sini menunjukkan bahwa ini adalah serangan teror Islamis," ujar Dobrindt.

Tersangka diketahui pernah dijatuhi hukuman penjara tertunda atas upaya bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

Juru bicara kepolisian Florian Nath mengondisikan pencarian skala besar sebelum pelaku berhasil ditemukan.

Load More