- Bentrokan antarkelompok pecah di Jalan Proklamasi, Menteng, hingga Matraman pada Minggu pagi, 26 Juli 2026.
- Kerusuhan bermula dari perselisihan di gerobak nasi uduk yang memicu perusakan dan bentrokan fisik antarwarga.
- Insiden tersebut mengakibatkan satu pemuda berinisial K berusia 23 tahun meninggal dunia akibat luka-luka.
Suara.com - Jakarta kembali mencekam setelah bentrokan antarkelompok pecah di kawasan Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, hingga merembet ke kawasan Tambak dan Matraman pada Minggu (26/7) pagi.
Meski dipicu oleh insiden yang terlihat sepele—keributan di gerobak nasi uduk—banyak pihak mulai mencium adanya aroma desain besar di balik pecahnya kekerasan di titik-titik sensitif ibu kota ini.
Muncul dugaan kuat bahwa rentetan kekerasan ini adalah bagian dari skenario prakondisi untuk memicu kerusuhan yang lebih besar pada bulan Agustus mendatang.
Bentrok Matraman yang melibatkan lemparan batu, penggunaan kayu, bambu, hingga pembakaran kendaraan motor ini bukan sekadar tawuran biasa.
Lokasi kejadian di Matraman dan Tambak memiliki sejarah panjang konflik horizontal yang sangat dalam dan traumatis. Mengusik wilayah ini ibarat menyulut api di gudang mesiu yang sudah kering.
Seorang warga yang meminta namanya tak disebut kepada Suara.com, Senin (27/7/2026), menyebut "ada yang bermain" untuk memicu bentrokan horizontal di daerahnya.
"Saya kebetulan asli Matraman. Konflik warga sekitar dengan pihak Ambon sudah ada sejak tahun 80-90an, sewaktu saya masih remaja. Udah banyak yang mati dari dulu. Tapi zaman Orde baru, isu etnis ini ditekan agar tak berkonflik. Anehnya, sekarang tiba-tiba muncul isu ini lagi," kata dia.
Sentimen ini menunjukkan bahwa Matraman adalah titik saraf yang sangat mudah dieksploitasi untuk kepentingan politik tertentu.
"Ini kayaknya ada yang coba mulai lagi. John Kei saja enggak berani masuk Matraman karena sejarah masa lalu yang kelam di sana. Makanya Kampung Ambon di Matraman dipindah ke Rawamangun," kata dia.
Baca Juga: Belajar dari Bentrokan di Matraman, Pemprov DKI Harus Perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM
Kronologi Berdarah: Bermula dari Gerobak Nasi Uduk
Insiden berdarah ini bermula saat sekelompok orang mendatangi gerobak nasi uduk di Jalan Matraman Dalam untuk membeli sarapan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, ketegangan dipicu oleh ketidakpuasan pelanggan yang kemudian berujung pada aksi pamer kekuatan.
"Anggota kelompok yang diserang ini datang beli sarapan. Dia mungkin tak dilayani secara baik sehingga tak berkenan, lalu menggeber motornya. Dia lalu pergi dan datang lagi membawa kawan-kawannya, merusak gerobak penjual nasi uduk," kata Roby.
Aksi perusakan gerobak pedagang kecil itu memantik solidaritas warga sekitar yang merasa wilayahnya diusik. Alhasil, bentrokan pun terjadi.
"Warga membalas dengan menyerang basecamp kelompok itu. Itulah akhirnya terjadi keributan besar," kata Roby.
Tag
Berita Terkait
-
Belajar dari Bentrokan di Matraman, Pemprov DKI Harus Perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM
-
Kantor BGN Bakal Didemo Mahasiswa, Ratusan Polisi Siaga Amankan Lokasi
-
Antisipasi Rencana Aksi Balasan, 200 TNI-Polri Bersiaga di Jalan Tambak Pascabentrokan Maut
-
Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar
-
Update Bentrok Berdarah di Menteng: Satu Korban Meninggal di RSCM, Lainnya Kritis
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Di Balik Jendela TransJakarta: Ada Cerita Perjuangan yang Sering Kita Lewatkan
-
Indonesia Perluas Restorasi Mangrove Lewat Proyek Karbon Biru, Sasar Hingga 70 ribu Hektare di Jawa
-
Ekosistem Merchant BRI Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Naik 76 Persen
-
7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun
-
Persija Bantah IPO, Tegaskan Belum Ajukan Pencatatan Saham ke BEI
-
Mau Ditangkap, Benjamin Netanyahu Minta Zohran Mamdani Jadi Walikota untuk Muslim Hingga Yahudi
-
BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen pada Triwulan I 2026
-
Bisnis Merchant Tumbuh, Transaksi QRIS Meningkat Berkat Transformasi Digital BRI
-
Nyawa Dibayar Ayam Sabung: Alarm Keras untuk Penegakan Hukum dan Nurani Kita