- Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis berfokus pada pemenuhan gizi, bukan menyajikan makanan mewah.
- Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026.
- BGN menuntut setiap aparatur sipil negara yang memimpin dapur operasional untuk menjaga kualitas makanan sesuai aturan.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bertujuan menyajikan makanan mewah atau dalam porsi berlebihan. Menurutnya, sasaran utama program tersebut adalah memastikan kecukupan gizi para penerima manfaat.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono seraya menekankan pentingnya tata kelola dalam penyelenggaraan Program MBG di tengah semakin banyaknya dapur yang beroperasi.
"Yang menjadi tantangan kami selanjutnya adalah bagaimana kita memastikan tata kelola yang baik dalam penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Ia kemudian mengingatkan bahwa orientasi utama MBG bukan pada rasa makanan ataupun porsi yang besar.
"Sekali lagi, ini namanya Makan Bergizi Gratis, bukan makan enak gratis, bukan makan banyak gratis. Yang menjadi fokus adalah kecukupan gizinya," imbuh Sudaryono.
Menurut dia, pengawasan menjadi semakin penting mengingat saat ini BGN telah memiliki sekitar 27.000 dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah. Oleh karena itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi pihak yang bertanggung jawab memastikan setiap operasional berjalan sesuai aturan.
Sudaryono juga mengingatkan bahwa status Kepala SPPG sebagai aparatur sipil negara (ASN) mengharuskan mereka mengabdi kepada masyarakat.
"Di dalam dapur yang aktif itu ada Kepala SPPG yang statusnya adalah sebagai PPPK. Sehingga status kepala dapur adalah abdi negara. Saya ulangi, status kepala dapur di setiap dapur adalah abdi negara," ucapnya.
Karena itu, BGN menuntut setiap Kepala SPPG menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan agar kualitas makanan yang diterima masyarakat tetap terjaga.
Baca Juga: Masyarakat Diminta Lapor Jika Temukan Dapur MBG Pakai Minyakita hingga Gas Melon, Ini Sanksinya!
Berita Terkait
-
Masyarakat Diminta Lapor Jika Temukan Dapur MBG Pakai Minyakita hingga Gas Melon, Ini Sanksinya!
-
BGN Tutup 833 Dapur MBG, Tak Dapat Bayaran
-
833 Dapur Makan Bergizi Gratis Disuspend Permanen, Bagaimana Nasib Penerima Manfaat?
-
BGN Sapu Bersih Dapur MBG Bermasalah, 833 Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat
-
BGN Bersih-Bersih Pegawai Bermasalah, Ada yang Diduga Ngentit Duit MBG hingga Terlibat Judol
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II
-
Kepala BGN: MBG Bukan Makan Enak Gratis!
-
Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan
-
Berduka Atas Bentrokan di Matraman, Pramono Anung Minta Warga Tak Terpancing Disinformasi
-
Febrie Adriansyah Dituding Miliki Aset Kripto
-
Persija Jakarta Buka Suara Terkait Isu Pendaftaran IPO di Bursa Efek Indonesia
-
30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!
-
Ramai Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Pilih Bungkam soal Kematian Sutrimo
-
Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
-
Juminten Edan Nantang Rumus Lama Horor Indonesia yang Bergantung pada Gore